Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dia

Dia

Isakan pilu memenuhi ruangan. Tangis karena sedih, kecewa, marah, rindu, dan segala emosi yang sudah ia simpan dari beberapa minggu belakangan ia keluarkan. Lepas.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as Humoris
Read
+Library
Senyuman Pandemi

Senyuman Pandemi

goda Arkana lagi. "Ah, Arkanaa," ucap Nayara malu dan tidak bisa menahan senyumnya. Arkana hanya tertawa. Ia paling tahu Nayara paling tidak bisa digoda. Dan akhirnya ia mengeluarkan salah satu jurus andalan pria. Yaitu menyebut wanita yang sedang marah bertambah cantik. Padahal sebenarnya tidak ada satupun wanita yang cantik ketika dia marah.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as Humoris
Read
+Library
ABNORMAL

ABNORMAL

Pria itu bertanya dengan senyum yang sangat menyeramkan, menatap kearah Yoga yang sudah tak berdaya. "Kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku, apa rasanya ketika air itu mulai masuk ke dalam perutmu? Dan itu semua aku rasakan ketika kamu menyentuh Lilianku, sesak aku seolah tak bisa bernapas." Pria itu langsung menginjak tangan Yoga dengan sangat kasar, sehingga akhirnya Yoga berteriak. Sayangnya mulut Yoga tersumpal oleh kain, sehingga suara Yoga tidak bisa keluar sama sekali.
9.96.3K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as Humoris
Read
+Library
Adoration

Adoration

Sorotan mata yang tajam mengisyaratkan ada sesuatu hal penting yang tengah ia lihat. Benar saja, sebuah judul email masuk bertuliskan, “Apa kau merindukanku?” judul tak biasa dan membuat Sam enggan membukanya. Namun, jarinya terlalu iseng hingga menekan tombol dan email pun terbuka. Terlihat sebuah foto dengan wajah pria tak asing baginya. pria itu terbaring di atas ranjang yang mirip dengan rumah sakit. Mengenakan pakaian tidur dan tangan kanan tertancap jarum infus. Beberapa bagian tubuhnya diperban, seperti tangan, kaki dan dahi. Ia tersenyum ke arah kamera seakan menunjukkan kalau ia baik-baik saja.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 150 Times as Humoris
Read
+Library
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbahasa Inggris yang tidak bisa kuin
102.7K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as Humoris
Read
+Library
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as Humoris
Read
+Library
Kehormatan Yang Terenggut

Kehormatan Yang Terenggut

jawab Aisyah julid. "Si Amoral?" tanya Ariel makin tidak mengerti dengan perkataan Aisyah. Tapi sesaat setelah paham Ariel tertawa. Bagaimana mungkin Aisyah menjuluki Amora dengan Amoral. Ariel makin gemes saja dengan Aisyah. "Cemburu nih ye," goda Ariel. "Ya enggaklah, ngapain cemburu sama di bebek yang kerjaannya hanya nyosor aja tiap ketemu," balas Aisyah.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 470 Times as Humoris
Read
+Library
Euforia

Euforia

Kenapa wajahnya jadi terlihat imut saat menangis? Namun, selang beberapa detik, Eiden terperanjat saat mendengar pekikan nyaring yang tiba-tiba. Karena kesal, Eiden berkata, "Berisik." Dilihatnya, mata polos nan bulat itu bergulir ke segala arah mencari sumber suara yang mengintrupsinya. Lagi-lagi membuat Eiden menahan tawa. Sepertinya Eiden mulai tertarik dengan gadis yang sedang berpenampilan layaknya gembel itu.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as Humoris
Read
+Library
Happier

Happier

Yah,walau sifat labilnya membuat Elea ingin menenggelamkan Louis kedalam Samudra Pasifik. "Beberapa dari kalian sepertinya bisa memahami Holden Caulfield." Mr. Horan meletakan makalah Eleanor di mejanya. Huruf A+ tertulis dengan tinta merah di bagian atasnya dan disertai gambar wajah yang tersenyum. Eleanor langsung tersenyum lebar.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as Humoris
Read
+Library
Throne of Blood : System

Throne of Blood : System

Ia akan berubah warna mewakilkan setiap emosi : Merah mewakilkan emosi marah; Hitam mewakilkan emosi kekecewaan; Biru mewakilkan kesedihan; Kuning mewakilkan emosi senang. [Anda menerima 35 poin distribusi!] [Stamina Anda akan disembuhkan oleh God of Beauty and Blood, bertambah +2 poin secara permanen.] Notifikasi terus menerus berdatangan, hingga di panel terakhir. Setiap jengkal tubuh Xora mengeluarkan cahaya berwarna hijau.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as Humoris
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status