Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Aku berhenti di tengah ruang tamu, menekan pelipis untuk mengusir semua overthinking yang semakin merusak pikiranku.
“Bodoh,” bisikku. “Dia sudah janji tidak akan melihat perempuan lain, kan?"
Aku berusaha menghibur diri, tapi kemudian aku berpikir... bukankah janji juga bisa diingkari?
"Kak, kamu di mana? Tolong, tolong pulang," bisikku dengan mata berkaca-kaca dan jantung berdebar kencang karena cemburu tanpa sebab.