Dangerous Feeling
Ia menindihku, mencoba menarik kedua tanganku dan mengunci dengan tangannya yang kuat, aku hanya terisak di dalam dekapannya, sungguh bukan ini yang aku harapkan.
“ Jangan melawan sayang, nikmati saja ok “ ujarnya tersenyum devil, ka Raven mulai mencium bibirku lagi, kali ini rasanya begitu lembut, hingga aku mulai terbuai dengan permainan lidahnya di dalam mulutku, manis. Itu lah rasanya
“ hmm “ aku mendesah pelan, nafasku seolah tercekat, kak Raven yang mengerti pun akhirnya melepaskan pagutan diantara kami