Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

bisik Bi Hai. “Tidak….tidaaaaak!? Aku harus membalas dendam, membunuh keparat itu,” balas Shenjin sambil menatap Thian Sin yang masih berada di udara, dengan tatapan mata penuh kebencian. Hoaks! Darah kembali menyembur dari mulut Bi Hai. “Shenjin Gege! Ma….maafkan aku tidak bisa menemanimu lagi,” ucap Bi Hai dengan nada pelan.
1014.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Kuhempaskan Suami Benalu dan Keluarganya

Kuhempaskan Suami Benalu dan Keluarganya

Sebab, penghuni rumah sebagian tidak berada di rumah besar itu. Suasana hari itu sangatlah hening, sebab hanya tersisa Shanum dan Bi Nena saja di rumah. "Aku mau teh chamomile hangat saja, Bi," ucap Shanum kemudian. Ia merasa jika meminum teh itu akan membuatnya tidak gugup lagi saat harus datang ke pengadilan nanti. "Nggak mau roti atau yang lainnya, Mbak?" tanya Bi Nena dengan raut khawatir ketika Shanum hanya meminta dibuatkan teh saja pagi itu.
9.2183.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Pendekar Seruling Sakti

Pendekar Seruling Sakti

Kediaman Cia Kun tampak sangat mencolok di antara semua kediaman yang ada di pinggiran Kota Jinshen. Kaisar Kultivator Utara ini ternyata menempati bekas rumah Mei Shia tapi sudah diubah menjadi rumah besar yang sangat megah. "Kapan Ling Shia menyerahkan rumah ini kepeda Cia Kun? Aku harus menanyakan langsung padanya nanti!" ujar Zhang Long.
1019.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Cinta CEO Kembar

Cinta CEO Kembar

Tanpa banyak bicara, Shinji berjalan ke pintu samping, mengambil kunci cadangan di bawah pot bunga. Mereka masuk perlahan. Udara di dalam terasa dingin dan berdebu, aroma kayu tua bercampur wewangian samar yang khas rumah besar. Semua ruangan tampak beku, seperti tak disentuh bertahun-tahun. “Orang tuamu tak di rumah?” bisik Medina. “Mereka sedang di Tokyo, dan lagi ini rumah lama kami. Orang tuaku tidak tinggal di sini, hanya sesekali mereka ke sini." jawab Shinji pelan, menatap ke tangga yang mengarah ke lantai dua.
792 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

“Kita kembali ke penginapan.” Shin Lin menoleh padanya, lalu tersenyum—senyum yang penuh arti dan sedikit menggoda. “Tepat sekali,” katanya sambil mempercepat langkah. “Aku punya hadiah istimewa untukmu.” Tawanya mengalir ringan di udara sore Kota Jiuquan. Di belakang mereka, Mei Shia melangkah tanpa suara, mata dinginnya mengamati punggung Shu Jin.
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

Mana mau dia meninggalkan Nasha sendirian di sofa. "Ikut aja, Bi. Aku gak masalah disini sendirian," ujar Nasha meyakinkan. Dia dan Bian berasa disana atas undangan teman Bian. Rasanya tidak sopan kalau menolak ajakan yang punya hajat. "Disini aja. Besok kerja. Aku gak mau ya kaki aku kecapekan gara-gara kebanyakan goyang," kekeh Bian.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
MISTERI RUMAH ASHWABIMA

MISTERI RUMAH ASHWABIMA

Rumah di Surabaya sangat nyaman tapi tetap saja terasa asing di sana. Rumah kuno Ashwabima tetap tegar kokoh setelah semua tragedi yang terjadi di dalamnya. Andai bangunan itu bisa bicara, ia adalah saksi utama semua kisah penuh air mata dan duka penghuninya. Police line masih membentang di halaman samping, gang menuju rumah belakang. Rumah kandang ayam itu dilarang dimasuki oleh siapapun.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Tabib Sakti Tak Terkalahkan

Melihat itu semua, ia teringat dengan kediaman tabib Fan di kota Song yang hampir mirip dengan tempat tersebut. “ Ayo, aku akan membawamu ke tempat tabib yang biasa kudatangi!” Seru Er Lang. Segera Shizi mengekor di belakang Er Lang,mereka berdua kemudian berjalan ke arah satu rumah yang ada di tengah bukit tersebut. Sesampainya di area kediaman yang dituju, Shizi langsung menunjukan rasa takjubnya, bagaimana tidak! Ia melihat banyak tanaman herbal ditanam di area sekitaran rumah tersebut.
9.4162.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai ian shinbi's house
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Pok Jang
Numpang promosi thor! Tiga Mayat Satu Takdir ~ "Dalam dunia di mana kebajikan adalah topeng, seorang pemuda bertaruh segalanya demi cinta dan keluarga." "Ketika sihir terlarang menjadi satu-satunya pilihan, bagaimana kebaikan bisa bertahan?"
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

Idris ingin lari saja ke tempat yang agak jauh dan menghubungi Sabiya lewat telepon, agar Sabiya mencarinya di depan halaman rumah sakit. *** Senja mulai bermain di langit, menebarkan warna gelap bercampur jingga yang menenangkan hati. Mobil Shin sudah tiba di halaman rumah hingga membuat Sabiya segera berlari untuk bersembunyi saja. "Aku, ke kamar mandi aja!" dia jadi salah tingkah sendiri, melihat Shin bagai melihat kehadiran penjahat. "Assalamualaikum," ucap Shin dan Pak Didi bersamaan saat memasuki rumah.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
URGENT MARRIAGE

URGENT MARRIAGE

Setibanya di rumah keluarga angkat yang pun kini sudah menjadikan dirinya sebagai menantu, Shan berjalan santai setelah ia mematikan mesin kendaraan yang terparkir di halaman yang terbilang cukup luas untuk menampung beberapa jenis mobil di sana. Begitu membuka pintu, suasana masih sepi padahal waktu sebentar lagi sudah memasuki jam makan malam. Dan semakin masuk ke area dalam, pria itu hanya menemukan Bi Minah masih sibuk dengan bahan masakan di dapur. "Bi, Papa dan bang Adi belum pulang?" tanya Shan karena kebetulan ia merasa haus. "Eh, Den Shan. Belum Den," sahutnya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai ian shinbi's house
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status