Syahadat Cinta
“Hei Rahman itu enam tahun, tentu saja Rania masih baik-baik saja, tapi coba bayangkan jika seumur hidup. Aku sih tidak akan kuat bahkan hanya sekadar membayangkannya saja.”
“Ibu, semuanya akan baik-baik saja, jadi jangan terlalu khawatir,” Abah Rahman kembali bersuara.
“Hey Rahman kamu bisa bicara seperti itu karena kamu senang kan mendapatkan menantu ustaz, punya pondok pesantren pula,” Nenek Ainun meninggikan suaranya.
“Nenek, nenek apa-apaan sih kok jadi menyalahkan abah,” Rania semakin gusar melihat nenek kesayangannya menjadi emosi.
Bab Populer