Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berbagi Suami dengan Sahabat Sendiri

Berbagi Suami dengan Sahabat Sendiri

Mendalami ilmu-ilmu yang pernah dipelajarinya agar tak lenyap begitu saja. Begitu Una masuk untuk pertama kalinya, kedua netra langsung disuguhkan dengan tatanan ruang yang elegan. Sangat rapi dengan deretan buku-buku sesuai jenisnya. Dari yang paling tebal hingga paling tipis. Banyak lukisan para ilmuwan muslim terpampang di dinding, Ibnu Haitsam salah satunya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Tak Seindah Malam Pertama

Tak Seindah Malam Pertama

Gara-gara dirinya, Ibnu merasakan sakit ini. "Mas, bangun!" Perlahan Maya mengusap pipi Ibnu. Matanya tidak berhenti memandang wajah sang suami. Terpana. Maya menyadari bahwa suaminya memiliki wajah begitu menawan, alisnya tebal dipadu dengan hidung yang mancung dan bibir yang begitu manis untuk seorang laki-laki. Sempurna, satu kata yang menggambarkan ketampanan Ibnu.
9.38.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Takdir Yang Tertukar Istri Kedua

Takdir Yang Tertukar Istri Kedua

jawabnya sinis. Gibran segera diangkat menuju sebuah ruangan yang dipenuhi oleh berbagai macam botol kaca berisi cairan berwarna warni dan tanaman obat yang sangat langka. Seorang tabib tua dengan mata yang ditutup sebelah mulai memeriksa luka Gibran menggunakan peralatan medis yang terlihat sangat kuno namun terasa sangat efisien. Alya berdiri di sudut ruangan dengan tangan yang gemetar hebat menyaksikan tabib tersebut mengeluarkan sebuah jarum perak panjang untuk menyedot racun keluar.
980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Tabib Jenius

Tabib Jenius

Ia sangat mencintai ayahnya satu-satunya orang yang selalu mempercayai kemampuannya memimpin perusahaan di tengah kerasnya dunia korporat. Di sudut ruangan, berdiri Ardin Siregar. Jubah kelabunya tampak lusuh di antara pakaian formal para dokter dan perawat. Ia berjalan santai, meletakkan tas kain di meja, dan mulai mengeluarkan botol kecil berisi cairan hijau, serbuk hitam, dan alat akupunktur dari bambu yang terlihat kuno. “Baik, izinkan aku memulai,” ucap Ardin ringan.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Pun dengan Diah, wajahnya mulai menunjukkan senyum sumringah. Tiba-tiba, Ibnu keluar dari tenda. Ia tampak pucat, tetapi kondisinya lebih baik dibandingkan kemarin. "Loh, kamu kuat bangun, Nu?" tanya Fadly. Ibnu menjawab dengan segaris senyum tipis. Tangannya masih sesekali menggaruk melawan gatal di wajah dan dada yang masih sedikit membengkak. "Istirahat aja, Nu. Biar kami yang beres-beres," sambung Alit memberi saran.
9.57.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
PENDEKAR 7 WARNA

PENDEKAR 7 WARNA

Sinar hitam jelmaan Cung Sin keluar dari kamar milik Cung Sin dan melesat cepat untuk ke arah Lembah Seribu Obat. Lalu dalam sekejap sinar itu sudah sampai di sana dan berubah menjadi wujud Cung Sin kembali. Untuk sesaat, Cung Sin mengedarkan pandangannya agar ia bisa menemukan Im Kwan yang menurut Raja Iblis Bo sudah sampai di sana. "Im Kwan!" panggil Cung Sin ketika melihat Im Kwan berdiri mematung di depan patung Dewi Lembah Seribu Obat.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Menaklukkan Suami dan Mertua Super Dingin

Menaklukkan Suami dan Mertua Super Dingin

Berjalan pelan membuka pintu kaca untuk menuju balkon kamar. Udara dingin langsung menampar wajah. Ada sebuah kursi panjang berlapis busa. Aku membaringkan tubuh. Mata ini tengadah. Tampak bintang-bintang bertebaran di langit. Mata ini tertuju pada satu bintang yang berpendar paling terang. Tidak lama aku melihat paras Mas Ibnu di sana. Mas Ibnu yang sedang tersenyum kalem.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Hippocampus

Hippocampus

Apakah Gabe diculik oleh si pembunuh? "Pak Ian!" seru Ibnu, yang langsung membuyarkan dugaan mengerikan di otakku. Dia memberi isyarat padaku untuk menghampirinya ke sebuah ruangan kecil di sebelah sofa. Tadi pagi aku sudah memeriksa ruangan itu, dan di ruang itu hanya terdapat sebuah rak kecil dengan vas bunga di atasnya, yang kusimpulkan sebagai sudut seni untuk rumah ini.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

Namanya Goldblin. Ketiga sosok ini tampak duduk dikursi emas yang ada dibawah undakan tangga, dimana diujung undakan tangga tampak sebuah singgasana emas, dimana diatas singgasana tersebut tampak duduk seorang laki-laki berwajah tampan dengan kedua mata tajam laksana pedang, mengenakan celana berwarna hitam dengan beberapa lempengan besi bergambar tengkorak disekujur tubuhnya, dikedua lutut, pinggang yang membentuk sabuk berkepala tengkorak, juga dikedua lengannya yang juga mengenakan lempengan besi bergambar tengkorak, lehernyapun tampak perisai yang menutupi sekeliling lehernya dan memanjang hingga kebawah dadanya, dikepalanya juga terlihat sebuah mahkota yang memanjang didahi hingga sebat
9.5243.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.0K kali sebagai gambar ibnu sina
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Ditalak Usai Akad

Ditalak Usai Akad

Pria itu langsung membuka galeri ponselnya dan menunjukkan foto Faiq ketika mereka selesai meeting dengan klien. “Apakah Faiq yang kalian maksud itu pemuda ini,” tunjuk Ibnu menyodorkan foto Faiq di ponselnya. Pria tua memandang Ikhsan dan kawan-kawan dengan sarat kerinduan. “Benar sekali Pak, itu Faiq sahabat kami.” “Ya Allah ya Rabbi,” serta merta pak Ibnu memeluk Ikhsan. “Jadi...?” pak Ibnu mulai memahami benang merahnya, sekarang dia mengerti.
6.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai gambar ibnu sina
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status