Setiap Momen adalah Kamu
“Iya, aku melamar kamu?”
“Pak Aditya, sadar?”
“Iya, aku sadar.”
Asti kembali berusaha tenang, dengan tetap bersama senyuman yang begitu sulit dirangkai.
“Pak, kita baru bertemu sejam yang lalu, kemudian makan siang….” Asti mengambil jeda. “Terlalu cepat Pak, maaf.”
Aditya memberikan senyuman yang berbeda. Senyuman kecewa, atas jawaban Asti. “Tapi, sesuatu yang baik kan, sebaiknya di segerakan?”
ตอนยอดนิยม