Hayu
Diletakkannya piring itu di atas meja yang ada di hadapan mereka.
“Kamu masih ingat semua apa yang aku sukai, kopi ini, cake ini. Aku pikir kamu sudah melupakannya. Selama kamu berada di luar negeri, itu waktu yang cukup lama untuk mengingat hal kecil seperti ini.”
Jelita tersenyum, “Mana mungkin aku melupakan apa yang kamu sukai dan apa yang tidak kamu sukai, bukankah sudah aku katakan, aku mencintaimu. Itu artinya aku tahu mendetail apa yang menjadi favorit kamu. Itukah kenapa aku selalu sedia kopi kesukaanmu, berharap kita bisa mengobrol dan menikmati kopi seperti sekarang ini. Ini hal yang luar biasa sekali, mengingat bahwa sekarang kamu ada yang memiliki.”
Bab Populer