Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik
Sarah bahkan rapikan kasur dan persilahkan Satria tidur di sini, sedangkan dia akan ke dan anaknya akan bobok di ruang tengah ini.
“Baiklah, tapi kalian silahkan tidur di kamar, aku di sini saja, biarkan anakmu tetap di kasur itu,” kata Satria dan duduk lagi di sofa. Apartemen ini memang hanya memiliki satu kamar, dapur kecil dan ruang tamu yang tak begitu besar.
Tiba-tiba Sarah malah bawa selimut dan bantal, lalu ikutan rebahan di sofa satunya.
Nakal Satria pun kumat. “Ngapain di sini, aku masih terngiang-ngiang kamu nari perut dan nawar kamu dengan si banci itu, kalau aku khilaf bagaimana,” canda Satria.