Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Namun bukan hawa dingin yang membuat tubuhnya gemetar, melainkan potongan-potongan ingatan yang belakangan ini terus datang tanpa bisa ia kendalikan. Wajah seorang wanita yang pernah ia panggil ibu—Kirana—kini semakin jelas dalam kepalanya. Senyum lembut, sentuhan hangat, suara yang selalu menenangkan… semuanya hadir kembali setelah lama menghilang bersama ingatannya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Sang Nenek sudah memintanya untuk tinggal di rumah ini selagi berada di Jakarta, sebenarnya Bram ingin tinggal di rumahnya sendiri, tetapi mengingat neneknya yang sudah tua, sakit-sakitan dan kesepian paska kematian kakeknya membuat Bram tidak tega meninggalkan nenek Hartina. "Ikan mas koi, dalam legenda China, ini menjadi ikan keberuntungan." Dhea yang sedang melamun terkejut mendengar suara yang ternyata begitu dekat di sampingnya. Mata wanita ini mengernyit mana kala melihat seseorang yang berada di kursi roda tengah serius memperhatikan ikan berwarna orange, hitam dan putih ini berenang ke sana kemari.
9.9270.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.0K kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Binti Raharjo

Binti Raharjo

Si Sasak tumpeng mendelik persis ikan gurami. "Nih!" Kumis lele mengambil dua lebar uang limapuluh dan melemparnya pesis ke wajah Mbak Lenny. "Mbak!" teriak Adi dan Wati secara bersamaan. "Gue nggak apa-apa. Adi, tolong bersihin lantai. Ikannya bawa ke belakang," ujar Mbak Lenny tersenyum sambil mengedipkan matanya. Maksudnya berkedip itu ikan itu buat kamu. Bawa pulang jika masih layak dimakan. "Wati, lo nggak apa-apa?"
102.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Rintihan Menggoda di Kamar Adikku

Mungkin dia syok karena lauk yang tersedia padahal bukan hanya ikan asin. “Itu kamu masak banyak, kan? Ada ikan asin, sapi lada hitam, sama ayam goreng tepung. Pasti kamu udah ngomong aneh-aneh sama mereka, sampai-sampai merekanya ngambek nggak mau makan malam bareng, May!” Aku terhenyak mendengar kalimat Mas Refal. Kok, dia bisa paham betul dengan apa yang telah terjadi? Kok, bisa tebakannya sejitu itu? Aku luar biasa takjub!
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 883 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Saat semua orang larut dalam haru, tiba-tiba foto-foto itu hilang dan berganti menjadi tulisan merah berdarah di atas latar hitam! [Paula, dasar jalang yang pantas masuk neraka!] [Merebut suamiku! Kamu sama saja dengan ibumu! Wanita murahan yang kerjanya hanya merebut suami orang!] [Aku doain semoga kamu mati tak tenang dan tak akan pernah bisa bereinkarnasi!] Suasana langsung hening beberapa detik. Lalu, ruangan pun gempar!
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI

PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI

Tiba tiba lautan ingatan yang telah dia lupakan selama mabuk kembali masuk ke dalam otaknya seperti gelombang air laut. Qing Lan membelalakkan matanya ketika mengingat kelakuannya semalam sembari memegang bibirnya sendiri. “Tidak mungkin! “
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 975 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Sop buntut yang uapnya mengepul panas, ikan bakar, tempe tahu goreng, sambal ijo yang segar, serta lalapan yang dipetik langsung dari kebun samping rumah. “Silakan, Zea, Dimas. Jangan sungkan, anggap saja rumah sendiri,” ujar Ibra hangat. Ia lalu mengambilkan nasi untuk Zea terlebih dahulu, sebuah gestur sederhana yang membuat Dimas melirik jahil ke arah sahabatnya. Zea tersenyum canggung. “Terima kasih, Mas Ibra. Ini... keliatannya enak sekali.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
ISTRI GLOWING SUAMI KELING

ISTRI GLOWING SUAMI KELING

sahut Jaka dari dalam. Mata Risma seketika melotot melihat ember yang biasa untuk merendam cucian digunakan untuk menaruh ikan. Dia orangnya risihan, walaupun nantinya ember itu bisa dicuci, tapi tetap saja Risma seperti masih mencium bau amis ikan setelahnya. "Mas, kenapa nggak pakai ember lain, sih," omel Risma masuk ke dalam rumah sambil menenteng ember berisi ikan mas itu.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Jangan Remehkan Aku, Mas!

Jangan Remehkan Aku, Mas!

Aku merasa ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku. "Mas, kamu nanti pulang jam berapa?" tanyaku. "Nggak tau." "Aku udah masakin makanan kesukaan kamu loh." "kamu makan sendiri aja, gak usah nungguin aku. Kayaknya aku akan pulang larut malam," jawabnya dengan ketus. Lagi-lagi aku hanya menghela nafas kesal mendengar jawabannya. Bukan karena apa, dari nada bicaranya saja sudah sangat berubah. Ada apa sebenarnya dengan Mas Rendy?
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Ingat Aku, Suamiku!

Ingat Aku, Suamiku!

"Aira takut Mas Hamish kenapa-kenapa saat melihat foto kami. Padahal dia tidak mengingat apa pun tentang kami." Telapak tangan Ibu mengusap kepalaku. "Semoga Hamish cepat sadar dan mengingat semuanya. Ibu tidak rela jika kamu disakiti oleh dia." "Amiin." Aku tersenyum lantas mengajak Ibu masuk. "Langsung makan atau salat dulu?"
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai ingatan ikan mas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status