Kata-kata Manis Berisi Kebohongan
Vincent terdiam.
"Nggak ada lagi 'kita', Vincent," kataku, suaraku tiba-tiba tenang. "Aku membencimu. Aku benci kebohonganmu, aku benci kemunafikanmu, dan aku benci fakta bahwa aku pernah mencintaimu."
Aku berbalik dan masuk ke kamar tidur, mengunci pintu di belakangku.
Aku mendengar sesuatu menghantam pintu dengan keras, disusul suara pintu depan yang dibanting.