Wanita Penghibur
"Ya, benar! Aku kira hanya sebatas jilbabmu itu saja yang kependekan."
Gadis berwajah bulat telur itu berseru sembari melebarkan senyumnya yang memperlihatkan cetakan lesung. Kulitnya sawo matang dan sedikit terkesan hitam, mungkin mengikuti warna nenek moyangnya yang keturunan Papua.
"Apa hubungannya dengan jilbab, Rin?"
"Oh, maaf."
Airin setengah menutup mulutnya, lalu memejamkan mata dan memegang kalung salibnya.