Aunty Cantik untuk Daddy
Di tangan masing-masing, ada setumpuk buku dan catatan, seolah menjadi perpanjangan dari diri mereka yang haus akan ilmu.
“Aku masih belum terbiasa bangun pagi di sini,” keluh Thea sambil menguap, sesekali menyesap kopi dari gelas kertas yang ia bawa.
Anna tertawa kecil. “Makanya, jangan begadang nonton film terus.”
Thea hanya mendengus. “Bukan salahku kalau inspirasi datangnya pas malam.”