Pernikahan Toxic
Kulihat Iqbal tengah bermain dengan mobil truk kesayangannya.
"Bal, sini. Bapak beli sarapan. Makan, yuk," ajakku ramah padanya.
Bukannya menjawab. Iqbal malah terkejut melihat diriku. Dengan wajah tegang, ia kembali merebahkan tubuhnya di samping Yoga dan memeluknya.
"Kenapa, Bal?" tanya Yoga setengah sadar.
Aku yang sudah berada di dekat mereka. Mengelus lembut pucuk kepala Iqbal. "Iqbal kenapa? Ayo, sarapan sama Bapak," ajakku lagi.
Bab Populer