Si Tampan yang Posesif
“Oke, I will. Semoga aja orangnya segera ketemu, dan kedepannya nggak ada lagi tuh hal-hal murahan kayak gini lagi. Sumpah ya, aku pening banget tiap hari mikirin orang-orang pada kelebihan energi buat nge-hate orang lain.”
“Itu karena mereka iri sama kamu,” Kara mengangkat sebelah tangannya untuk mengelus rambut Dianda, lembut, dan penuh kasih sayang.
“Perasaan aku biasa aja,” Diandra mencebikkan bibirnya kesal.
“Kamu punya semua yang mereka mau, termasuk aku.”
“Idih, sejak kapan kamu jadi jago ngegombal gini? Ajarannya Seno pasti, ya? Iya, kan, ngaku?”
Sikat na Kabanata