Sentuhan Adik Sahabatku
Rasti mendekat membawa piring kecil berisi sosis bakar dan beberapa tusuk sate.
“Aku bawakan makanan,” kata Rasti sambil duduk di sebelah Jennar. “Kalau nggak dipisah, nanti direbut yang lain.”
“Wah, makasih,” Jennar tersenyum. Ia menerima satu tusuk sate, meniupnya pelan sebelum menggigit. “Capek ya hari ini.”
“Capek, tapi enak,” jawab Rasti. Ia menatap ke atas, ke langit. “Liat deh… bintangnya banyak banget. Jakarta mah kalah.”