Arya Tumanggala
Sambil melipat tangan ke pinggang, si begal melanjutkan, “Sayangnya aku tidak paham dengan segala macam tetek bengek pangkat dan jabatan. Jadi, mau bekel atau prajurit rendahan, bagiku sama saja.
“Dengar, siapa pun dirimu, kalau kau tidak mau menyerahkan gerobak yang kalian bawa pada kami, itu artinya ....”
“Keparat! Siapa kalian berani-beraninya memerintah kami!” tukas Tumanggala. Prajurit muda itu tak dapat mengendalikan amarah.
Begal tadi kembali tertawa panjang.
"Oh, untung sekali kau ingatkan, Anak Muda,” sahutnya dengan nada bicara mengesalkan. “Dengar baik-baik oleh kalian. Aku Ranasura, dan ini kawan-kawanku yang dikenal sebagai Begal Alas Wengker.”
Bab Populer