Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takut Kawin

Takut Kawin

Be Maryam
"Kok kau diam aja dia menyerobot antrianmu?" ujar Dira dengan tatapan berang. "Sudahlah, dia hanya_" Tanpa meragu Dira dengan berani menghampiri pria yang berani merusak antrian. Melayangkan pukulan dan mengenai pipi lawan. Namun, saat pria itu berniat membalas Daffin datang dan menangkisnya. Dengan penuh kemarahan Daffin berkata, "Jangan menyentuh istriku!" Apa jadinya jika dua insan yang takut menikah harus terikat dalam pernikahan? Dira dan Daffin terjerat sekandal yang memaksa keduanya untuk menikah. Pria yang bersikap kalem dan lembut itu harus memiliki istri yang super aktif dan terlalu pemberani. Keduanya saling bergelud dengan hati untuk menghadapi trauma di masa lalu.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Menghadapi Kematian di Depan Mata

Menghadapi Kematian di Depan Mata

Aku mengalami kram menstruasi dan memesan obat pereda nyeri. Di aplikasi, pengantarnya tertulis seorang pengendara wanita, tapi yang datang ternyata seorang pria mabuk. Kali ini, aku tidak menelepon dua kakakku untuk meminta bantuan. Langsung saja aku melapor ke polisi. Di kehidupan sebelumnya, kedua kakakku bukan hanya memanggil semua pengawal pribadi yang ada, tetapi mereka sendiri juga buru-buru kembali. Akibatnya, mereka melewatkan drama panggung yang dimainkan oleh adik angkat mereka. Adik angkat mereka begitu sedih hingga dia menusukkan tombak mainan ke dirinya sendiri di atas panggung dan membuat dirinya terluka parah. Kedua kakakku mencoba menghiburku, "Jangan merasa bersalah. Setidaknya kamu tetap selamat." Namun, di balik itu, mereka mengikatku dan menyerahkanku kepada sekelompok pria mabuk. "Cuma pria mabuk, 'kan? Kamu bisa mengusirnya sendiri. Kenapa harus manggil kami? Sekarang lihat akibatnya. Kalau Hilda meninggal, kamu juga jangan berharap bisa hidup!" Ketika aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari di mana pria mabuk itu mengetuk pintuku. Kali ini, aku tidak menelepon mereka. Mereka akhirnya bisa menyaksikan drama panggung adik angkat mereka, memberi dukungan dan semangat. Namun, setelah drama itu selesai, mereka malah menyesal.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Rahasia Istri yang Diselingkuhi

Rahasia Istri yang Diselingkuhi

"Lama-lama kamu udah mulai berani juga ya sama aku? Aku ini masih suamimu, kalau aku udah ga respect sama kamu, aku bisa aja ninggalin kamu," ancam Aditya berharap Irani akan takut padanya. "Loh ayo mas, apa maumu? Tinggalin aku? Ayok lakukan saja! Kamu pikir aku akan mengemis untuk kamu pertahanin? Kamu cerain aku atau kamu tinggalin aku bersama wanita itu ga akan berpengaruh dalam hidupku, aku bisa menjalani hidup sendiri tanpa kamu, jangan kamu pikir aku selemah itu!" ___ Aditya yang merupakan suami Irani menganggap istrinya tidak akan bisa hidup tanpanya karena setahu Aditya, Irani hanyalah ibu rumah tangga biasa. Namun ada satu hal yang tidak Aditya ketahui dari Irani hingga membuatnya menyesal di kemudian hari.
7.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Calon Istri Untuk Klien WO

Calon Istri Untuk Klien WO

“Jangan kasar-kasar sama calon suami” “Bapak tuh bisa nggak sih, mulutnya jangan asal mengklaim orang” “Kenapa sih kamu kesal banget saya bilang calon istri?” “Ya karena saya bukan calon istri bapak” Ayyana memberikan penekanan disetiap ucapannya “Nanti malam saya lamar kalau gitu” “Nggak usah aneh-aneh” Ayyana memijat pelipisnya, lama-lama ia bisa darah tinggi jika terus berhadapan dengan Fakhri “Sesuai kesepakatan, saya udah makan siang sama bapak. Urusan mobil, tinggal kirim nomor rekening, nanti saya transfer” Ucap Ayyana “So please, jangan ganggu saya lagi. Jangan recokin hidup saya lagi, jauh-jauh dari saya” Lanjutnya melangkah menjauh “Kalau Mami kangen pengen ketemu calon mantunya gimana?” Ucap Fakhri setengah berteriak namun Ayyana tak berniat lagi menanggapi Perempuan itu melajukan mobilnya meninggalkan halaman dengan raut wajah dongkol setengah mati, sementara Fakhri tersenyum geli memilih melakukan hal yang sama, beranjak kembali menuju kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terpaksa harus ia tinggal demi memenuhi janji makan siangnya pada Ayyana yang malah menyita waktu lumayan panjang Tapi ia tak keberatan bahkan rasanya menyenangkan melihat Ayyana meleparkan tatapan tajam padanya setiap kali Fakhri berhasil membuatnya kesal Mungkin Maminya tidak salah mengenalkan mereka, karna nyatanya Ayyana memiliki daya tarik tersendiri bagi Fakhri. Entahlah, tapi ia bahkan meragukan sendiri ucapannya saat menyebut Ayyana sebagai calon istri Perempuan itu terlalu baik untuk ia jadikan tumbal untuk kembali bertemu Jihan. Fakhri masih waras untuk tidak menarik adik sahabatnya itu dalam kubangan lumpur yang ia diami selama ini
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Gairah Berbahaya sang CEO: Ciumanku Membuatnya Bangun dari Koma

Gairah Berbahaya sang CEO: Ciumanku Membuatnya Bangun dari Koma

"Menurutmu, apa hukuman yang pantas untuk seseorang yang berani menyentuhku tanpa izin, Riel?" Suara dingin itu menusuk, membuat tubuhku gemetar tanpa sadar. Rigen Ataraka—suami koma yang baru kunikahi pagi ini—berdiri menjulang, matanya penuh ancaman. Aku bodoh. Aku terlalu terpesona oleh ketampanannya hingga tanpa sadar mencium dan memeluknya, berpikir dia akan koma selamanya. Tapi pria ini tidak koma. Dia sadar. Segar bugar. Dan sekarang, dia ingin menghukumku. "Maaf, Rigen. Tapi… kita suami istri, kan?" Dia tak menjawab, hanya melemparkan dokumen ke arahku. "Tandatangani." Aku menatap kertas itu—pernikahan kontrak. "Jangan pernah bermimpi mendapatkan apa pun dariku," suaranya tegas. Begitulah aku menjadi istri kontrak Rigen Ataraka, menanti hari perceraian yang semakin dekat. Aku bahkan sudah bersiap dengan tunjangan dan rencana pergi jauh. Namun, saat aku menyerahkan surat cerai.… "Mau ke mana, Riel?" Rigen merobek surat itu tanpa ragu, matanya tajam. "Kamu tidak akan bisa meninggalkanku. Aku terlalu kuat untuk kamu tinggalkan, Ariella."
1077.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Ratu Drama

Ratu Drama

Primadona sekolah akan menikah tepat di hari libur kemerdekaan. Dia mengundang seluruh teman sekelas di grup kelas agar menghadiri pesta pernikahannya. Awalnya, aku berniat pura-pura tidak melihat undangan itu, tapi ternyata dia langsung menyebut namaku. "Clarisa, waktu SMA kamu selalu pura-pura jadi diriku, tapi aku nggak akan mempermasalahkannya. Aku harap kamu bisa datang untuk melihat pernikahan mewahku besok." Segera setelah itu, beberapa teman sekelas ikut menanggapi pesannya. "Primadona sekolah memang baik orangnya, pantas saja bisa menikah dengan anak dari Keluarga Wirawan. Dia bahkan bisa memaafkan orang sombong seperti Clarisa." "Apa orang seperti Clarisa pantas, menghadiri pernikahan primadona sekolah kita yang akan diadakan di vila? Jadi orang jangan terlalu baik." Mereka makin mengolok-olok Clarisa, hingga si primadona sekolah akhirnya muncul untuk menenangkan suasana. "Sudahlah, itu kan sudah lama sekali, aku juga sudah nggak mempermasalahkannya. Lagipula, Clarisa kan memang miskin dan jelek, kita jangan terlalu mengejeknya." Begitu dia berkata demikian, grup langsung dipenuhi pesan pujian. Orang-orang memuji betapa baik hati dan polosnya dia. Aku tertawa sinis. Dulu, si primadona sekolah itu selalu memasang citra bak putri konglomerat di sekolah. Dia bahkan memfitnahku, yang sebenarnya adalah putri keluarga konglomerat asli, sebagai seorang pembohong. Semua orang di sekolah sampai menghinaku. Saat membuka undangan elektronik darinya, aku baru sadar bahwa alamat pernikahannya berlokasi di vila milik keluargaku. Makin kuamati foto pengantin pria, makin aku merasa familier. Bukankah itu sopir suamiku? Aku tersenyum begitu menyadarinya, lalu membalas pesan di grup. "Baiklah, aku pasti akan datang di acara pernikahanmu."
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Aku Pelakor?

Aku Pelakor?

Di hari pernikahan putraku, suamiku mengusirku dari kursi utama dan duduk di kursi undangan paling belakang. "Liana nggak menikah seumur hidup dan nggak punya anak karena aku." "Liana cuma mau mewujudkan mimpinya menjadi seorang ibu, hari ini saja. Apa kamu nggak bisa membiarkannya? Kenapa hari ini mesti ribut-ribut?" Aku menoleh ke arah putraku, berharap dia akan menghentikan kekonyolan ini. Akan tetapi, putraku malah berkata, "Itu benar, Bu. Aku sudah memanggilmu Ibu selama 20 tahun. Cuma hari ini saja aku akan memanggil Bibi Liana." "Aku cuma nggak akan ngasih teh ke Ibu. Jadi, bisakah Ibu nggak terlalu mempermasalahkan hal ini?" Menghadapi ayah dan putranya yang kompak ini …. Pada titik ini, tiba-tiba saja aku merasa jika 25 tahun terakhir ini hanyalah sebuah lelucon.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Aku Mau Cerai, Mas!

Aku Mau Cerai, Mas!

Tricya
Menikah tapi tak pernah berinteraksi? Aliyah Wijaya, seorang model terkenal dengan segala skandal miliknya, hanya berharap satu kata dari pernikahannya dengan Bram Atmaja, CERAI! Bukannya ia tak bersyukur memiliki seorang suami crazy rich dengan kekayaan yang berlimpah. Hanya saja suaminya itu terlalu dingin dan mencekam, meninggalkan Aliyah pada malam pernikahan mereka, menuju Amerika untuk membangun bisnisnya di negara itu. Tak tanggung-tanggung, pria itu menghilang selama tiga tahun! Segala cara Aliyah lakukan selama tiga tahun itu untuk keberhasilan misinya. Menjadi model nakal dengan penuh scandal, menghisap kekayaan Bram, hingga bahkan menggoda Bram dengan brutal karena mengira pria itu adalah seorang gay. Tapi ... Saat pria itu kembali, Aliyah menyadari bahwa dirinya idiot selama ini. --- Bram : "Aliyah ... Bukannya kamu sudah janji bahwa malam ini kamu akan melay-" Aliyah : "A-Aku ..."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Nadya tidak pernah bermimpi akan menikah dengan Bastian—pengusaha kaya raya yang dingin dan kejam. Ia hanya berniat menolong keluarganya dengan menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahan. Namun, niat baik itu justru menyeretnya ke dalam neraka. Pukulan, hinaan, bahkan penghinaan demi penghinaan harus ia telan dari pria yang kini resmi menjadi suaminya. Bastian menganggap Nadya hanya pengantin pengganti, bukan istri yang layak dicintai. "Nadya, kita memang sudah menikah sekarang kau menjadi istriku dan aku adalah suamimu, tapi jangan berharap lebih saya tidak akan pernah menerimamu sebagai istriku!" Tapi takdir mulai berubah ketika kebencian perlahan bercampur dengan gairah yang tidak bisa mereka kendalikan. Apakah Nadya akan hancur dalam pernikahan penuh luka ini atau justru membuat Bastian bertekuk lutut padanya?
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
TERJEBAK DALAM PELUKAN TEMAN SUAMI

TERJEBAK DALAM PELUKAN TEMAN SUAMI

"Jangan pernah berpikir untuk cerai, Rena! Aku tidak akan kabulkan!" Menjalani pernikahan dengan pria kaya tidak lantas membuat Renata bahagia. Dua tahun menjadi istri Yuda, hidup Renata seperti merpati dalam sangkar emas. Yuda yang terlalu posesif sering berbuat kasar pada Renata. Luka dari masa lalu membuat Yuda sering kehilangan kontrol diri. Namun, tidak ada pilihan bagi Renata lepas dari suami "sakit" seperti itu. Mirisnya, pihak keluarga tidak peduli penderitaan Renata. Sampai pada akhirnya, muncul Darren yang membuat hidup Renata berubah. Di saat Renata mulai melambungkan asa pada Darren, fakta baru mengenai laki-laki itu terkuak. Lantas, apa yang dilakukan Renata? Bertahan dalam sakit, atau melawan takdir yang sulit?
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai jangan terlalu berharap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
1718192021
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status