Jeritan yang Tak Terdengar
Namun, di matanya tidak ada sedikit pun rasa sayang, hanya ada rasa dingin dan kebencian.
Dia menarik tangannya dan dengan nada merendahkan, berbicara padaku
"Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!"
Setelah itu, dia berbalik pergi tanpa belas kasihan, menutup satu-satunya pintu kecil di sana.
Suasana di sekitarku menjadi gelap gulita. Dalam keputusasaan dan rasa sakit, mataku perlahan terpejam.
Hot Chapters