Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahim Penebus Dosa

Rahim Penebus Dosa

Tentu saja pertanyaan itu membuat kegugupanku naik level. “Saya ... Jena Dheandra Pratama.” Duh, bibirku sampai ikut gemetaran. “Anak saya yang lagi disita di dalam.” 'Disita? Yang bener aja, Jena! Lo enggak punya diksi lain yang lebih cocok, ya? Ini bukan persoalan perbankan!' Ah, masa bodoh dengan pilihan kataku yang mungkin tidak cocok. Aku yakin lelaki yang bertubuh tinggi seperti Jevin ini mengerti maksudku.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Kepincut Boss Ndeso

Kepincut Boss Ndeso

Bertuliskan: Tolong bantu teman saya, namanya Jaz. "Bapak, bernama Jaz?" tanyaku dengan mendongakkan kepalaku. Orang ini tinggi sekali. Aku yang tinggi seratus enam puluh lima saja, hanya setelinganya. "Enggih. Kenalkan, nama kauleh Jazil Ehsan. Panggil saja. Jaz atau Jazil," ucapnya, dengan tetap menggunakan kata dan logat Madura yang kental. Enggih pasti maksudnya, iya. Hampir sama dengan bahasa Jawa yang biasa kugunakan. Kauleh, kalau dari kalimatnya, mungkin artinya saya. Aku menerka apa yang dimaksud.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 780 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

ujarku “Iya Mas ibu juga, uhhh.” “Bu, sejujurnya saya kangen nakalin ibu lagi. Saya kangen jilatin liang ibu. Saya kangen hisap puting ibu. Saya kangen cupangin ibu lagi.” “Ahhh, Mas jangan ngomong kaya gitu. Nanti liang ibu makin gatel Mas, uhhhh ibu juga kangen dinakalin Mas.”
9.9208.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Janda Berkelas

Janda Berkelas

Nke Shofia menahan air matanya melihat peti mati terbuat dari kayu jati terbaik dengan ukiran mewah itu diletakkan dengan sangat hati-hati dalam liang lahat. Wanita itu sempat menitikkan air matanya, namun tak ingin menunjukkan sehingga terlihat penuh drama. Hanya membiarkan satu dua bulir menetes di balik kacamata hitam merk ternama yang tengah bertengger di wajahnya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
JandA

JandA

ujar Jeffrey santai menanggapi. Wanita muda itu tersenyum dan tiba-tiba … "Aku Casandra. Bianca Jenny Casandra. Boleh aku tahu nama Anda, Tuan?" tanya wanita muda itu mengulurkan tangannya. Jeffrey lagi-lagi menurunkan buku yang sedang dia baca, dengan tatapan datar dia melihat ke arah wanita muda nan cantik itu dan berkata, "Nama yang indah untuk wanita cantik seperti Anda. Apa ada yang bisa saya bantu, Nona Bianca?"
105.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Melihat wajah heran Luna wanita itu langsung mengulurkan tangannya memperkenalkan diri. "Oh ya, saya Irene, tetangga mas Jim." Wajah Luna langsung berubah, wanita ini yang disebut Jim saat dia datang ke apartemen Jim. Luna mulai terganggu dengan kenyataan melihat betapa cantiknya wanita itu. Bertubuh tinggi berisi dengan warna kulit kuning Langsat, berambut panjang hitam lebat dan lurus yang tergerai indah di punggung rampingnya. Wajahnya oval dengan mata besar dan bibir kecil, hidungnya bangir serta memiliki tahi lalat kecil di atas bibirnya. Wanita itu adalah gambaran wanita Jawa yang ideal, gerakan dan tutur katanya yang halus serta pandangan tegas tapi meneduhkan. Dia terlihat lebih muda
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 922 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA RAJA BAJAK LAUT

KEMBALINYA RAJA BAJAK LAUT

Sambil menunjukan sebuah tanda agar Randu mengenali siapa yang dimaksud pria di depannya. "Jadi kau punya hubungan dengan Walang Sangka?" tanya Randu Pandega menebak siapa sebenarnya lelaki di depannya itu. "Benar. Aku kakak kandung dari Walang Sangka. Namaku Jalang Warangka bergelar Samurai dari Selatan," ucap lelaki tua tersebut memperkenalkan dirinya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

kata Kenanga setengah berbisik dengan sedikit merapatkan dirinya kepada Ardo. Ki Rujak yang nama sebenarnya adalah Ki Rojak, adalah seorang lelaki berusia separuh abad. Perawakannya besar, tapi tidak tinggi. Tinggi kepalanya standar. Dia memakai baju kemeja tanpa kancing, sehingga badan depannya yang kekar terlihat jelas, apalagi jika tertiup angin, semakin lapanglah dada dan perutnya merengut kekar. Lelaki berjenggot tipis tapi berkumis tebal itu mememlihara rambut yang gondrong sebahu. Kepalanya diikat kain warna kuning. Terlihat dia tidak membawa senjata.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Kan jadi jantungan aku. "Ngagetin aja!" seruku kesal. Eh, Dia malah cengengesan. Memperlihatkan deretan giginya yang tak tersusun rapi. Sama persis kaya idupnya. Jangan tanya dia laki laki atau perempuan. Karena aku juga bingung. Dia ini laki atau perempuan. Namanya Dudu. Nama lengkapnya Dudu aja, gitu!
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
GEMA JATI

GEMA JATI

“Yuswan itu kelihatan banget kalau bohong dan dia bohong tadi walau tak sepenuhnya. Dia mungkin benar soal pergi ke sini sama Jati, tapi mungkin tidak soal Jati turun di sini.” “Selain itu, Jiwa curiga Jati jadi korban keusilan Yuswan dan gengnya lagi.” “Geng?” Ayah Jati mengulang kata. Jiwa mengangguk kecil. “Yuswan sering main sama Soga dan Tikta. Mereka ke mana-mana hampir selalu bertiga. Di sekolah, mereka disebut geng. Mereka ambisius soal peringkat dan kejuaraan sekolah, terutama Tikta. Nah, mereka ini sering kalah saing sama Jati dan Jiwa, terus entah kesal atau apa, mereka jadi kadang usil, tapi cuma ke Jati. Cuma sejauh ini mereka tak pernah melewati batas, sih.”
332 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status