Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja Pertama

Senja Pertama

Dengan penampilannya sekarang ini, celana bolong di tengah, jaket jeans dan rambut yang tak terpotong beberapa bulan membuat Sendanu lebih mirip anak jalanan yang kesasar. Pandangan Sendanu meneliti seisi kelas. Hingga jatuh pada Nana yang hanya diam tanpa menahan tawa seperti yang lain. Menurut Sendanu itu cukup aneh. “MAN dan WAN pada dasarnya menggunakan konsep yang sama tetapi dalam jangkauannya, WAN lebih luas. Jika Man bisa digunakan dalam satu kota, maka WAN digunakan untuk satu negara.” Semua mahasiswa merasa tak adil. Kenapa Sendanu yang tak pernah memperhatikan kuliah selalu bisa menjawab pertanyaan dadakan dari dosen?
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Jadi Kuyang

Jadi Kuyang

Bapak menutup panggilan, dan Ninik Geren menatapku penuh tanda tanya. "Kilau koweh?" Ia bertanya 'bagaimana' dalam bahasa daerah. Dukun beranak yang konon juga membatu persalinan Umak saat melahirkanku itu hanya menggunakan satu bahasa, aku yang sedikit kesulitan menggunakan bahasa daerah. Hanya beberapa kosakata saja yang kumengerti, jadi agak susah berkomunikasi dengan Ninik Geren. Mengandalkan Umak? Mana mungkin. Beliau wanita jawa tulen, juga pasti tak akan mengerti.
5.56.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

sahut Hanif enteng. "Wong gendeng!" omel Kak Sarah. "Kita mulai sekarang! Aku yang akan memanggil arwah-arwah gentayangan itu. Ridwan, Kak Sarah. Tolong kalian bantu pegang boneka ini. Mel, lu nyalain lilinnya dan lu Intan tolong siapin kertas dan pulpen setelah gue panggil arwah gentayangannya." Hanif langsung memegang Jelangkung itu dan memanggil arwah dengan bahasa jawa.
1065.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

jawab Rara. "Panggil Oppa saja, Rara, biar lebih akrab," ralat Jang untuk panggilan Rara padanya. "Tidak! Jangan! Oppa hanya panggilan buatku saja. Jangan mau, Sayang!" protes Lee. "Cih! Panggilan pun tidak boleh sama," cibir Jang. "Tidak boleh!" "Iya, terserah!" Rara tertawa, ternyata Jang tidak semenjengkelkan waktu di pabrik, dia cukup menyenangkan juga.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
PERJAKA MENIKAHI JANDA

PERJAKA MENIKAHI JANDA

Tidak lupa aku mengirim pesan kepada Yayang Mbeb Jandaku. "Nis sayang, Mas sarapan nih," pesan terkirim. Balasan cepat darinya. "Ehem ... Ehem, cie dah panggil sayang saja nih rupanya, Mas sayang sarapan apa? Hahaa." "Emangnya enggak boleh ya Mas panggil sayang, sarapan nasi Nis," aku membalasnya. "Enggak boleh Mas sayang, bolehnya panggil Bunda, haaaa. Dan Bunda panggil Mas adalah .... Ya sudah Mas makan biar kenyang, ya, hee."
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

JAMU MADU (Janda Muda Mata Duitan)

Kalau beneran, bisa kali gue nyumpahin diri sendiri dapat jodoh perjaka tajir, kekehku dengan pemikiran absurd yang kali aja beneran manjur. Secara julukan jamu madu yang artinya janda muda mata duitan udah tersemat di diri gue. Ya nggak apa-apa kali gue minta yang perjaka tajir. Otakku mulai lagi berandai-andai tinggi. “Ngelamunin apa kamu?” Pertanyaan Pak Jun membuatku sontak tersadar dari lamunan. “Nggak, Pak. Lagi mikir aja.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Dita terkesiap ketika melihat wajah wanita itu. “Ini Liza. Dia adalah leader yang bertugas memastikan semua stok dan rak tersusun dengan rapih.” Liza tersenyum simpul menyalami Dita. Dita sebenarnya enggan menyalami wanita di depannya ini. Dita tidak ingin banyak basa basi dengan wanita yang merusak rumah tangganya. Wanita di depannya ini yang membuatnya sekarang berada di Jakarta.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

Ia menatap Alex dengan mata yang mematikan, seolah-olah pria tua di depannya itu hanyalah serangga yang siap ia injak hingga hancur. Dengan suara bariton yang rendah, dingin, dan penuh ancaman yang tidak bisa dibantah, pria itu bersuara, “Siapa yang memberimu izin menyentuh milikku?”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
JERAT CINTA JURAGAN TUA

JERAT CINTA JURAGAN TUA

Hanya ada sesal dan amarah. Sarah dengan sesalnya dan Lingga pun demikian. * Suasana ruang sederhana siang itu terasa hangat oleh aroma kopi robusta yang baru diseduh. Di balik kaca besar yang menampilkan hamparan tanah luas, Juragan Darsa duduk bersandar tenang di kursinya. Di hadapannya, seorang pria berumur empat puluh lima tahun dengan kemeja bergaris biru tua tampak menatap berkas proposal di tangannya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

Rupanya bos baru mereka begitu humble dan humoris. "Lun ... Luna ...." tepukan lembut di lengannya membuatnya tergagap. "Eh ... i-iya, Bu ...." "Malah ngelamun. Ngelamunin apa, sih?" heran Bu Septi. "Adrian?" godanya lagi. "Ibu ...."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status