Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janda Kembang

Janda Kembang

Lihat saja penampilannya, lusuh, kumal, mana rambutnya diikat ekor kuda begitu, idiih, yang benar saja, aku tidak akan tergoda oleh gadis kampungan kayak dia,' batin Reyhan. "Pak Reyhan, monggo silahkan masuk!" pinta Pakde Jarwo. "Oh iya, Pak. Tapi sebelumnya, tolong panggil saya Reyhan saja, jangan panggil Pak!" Pakde Jarwo tersenyum sambil manggut-manggut, "Iya, baiklah kalau begitu, lagi pula Pak Reyndra masih sangat muda, mungkin masih sepantaran anak saya yang pertama." "Saya baru umur 28 tahun."
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Om, Nikah, Yuk!

Om, Nikah, Yuk!

Justin : Emang ada marga Dhang? Julianto : Kayaknya nggak ada. Jafin : Mungkin maksudnya, Dhang Dhut. Krisda : @Jafin. Aku ngakak. Bryan : Aku terhenyak. 22 nama di atas, huruf depannya J semua. Dante : Tambahin, Janardana. Heru : Jayendra. Benigno : Jayaprana. Harry : Jayakrishna. Tristan : Jaya Chow.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Alexa (Jamilah Binti Surip)

Alexa (Jamilah Binti Surip)

"Kamu salah, Milah. Bapak ini bukan maling. Ini Pak Jenggala Buana Sagara, Milah." "Pak Belanga siapa? Gue kagak kenal. Yang pasti ini orang udah mengendap-endap di rumah Pak--Akung," semburnya kesal. Ia nyaris terpelesat kata saat menyebut Pak Hamid. "Nama saya Jenggala. Bukan Belanga. Kedua kalimat itu sangat berbeda jauh artinya. Jenggala itu artinya hutan rimba. Sedangkan belanga itu periuk. Jangan sembarangan mengganti nama pemberian orang tua saya. Mengerti kamu!" Sambil menggeram marah, si Belanga ini menekuk kedua pergelangan tangannya. Walau kesakitan Alexa tetap memperlihatkan wajah menantang. Haram baginya mengemis-ngemis agar dilepaskan.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 591 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

TRAGEDI CINTA BUNGA Penulis : David Khanz Bagian : 71 Episode : Kecurigaan Sosok yang bersama Bi Enok itu bangkit perlahan-lahan, disertai ringis di wajah dan tangan memegangi bagian perut. “Saya Jambra. Biasa orang-orang memanggil saya dengan nama Ki Jambrong,” ucap lelaki tua tersebut seraya mengulurkan tangan, mengajak Juragan Mahmud untuk bersalaman.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Apalagi ia mengenakan jubah berwarna biru dan disulam dengan benang emas dan perak. "Jangan panggil aku tuan. Panggil saja aku, Kakang Jentra. Namaku Jentra Kenanga," kata orang itu sambil kembali menuangkan air jahe. "Tapi Tuan seorang pembesar. Mana boleh saya memanggil Tuan seperti itu," jawab Rukma polos.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Geger Pendekar Naga

Geger Pendekar Naga

Gadis muda itu tersenyum, dia masih menunggu penawaran lainnya dan mengabaikan permintaan dari lelaki sepuh itu untuk segera membungkus pedang tersebut untuknya. "Puan, segeralah bungkus pedang itu untukku. Mereka tidak akan sanggup menawar lebih tinggi," lelaki sepuh itu kembali bersuara. "Haha, Tetua Cokro Winoro dari Perguruan Api Abadi terlalu percaya diri. Aku Jenata dari perguruan Jurang Neraka memberikan penawaran 1100 keping emas," kata seorang lelaki berambut panjang dan ikal yang memperkenalkan diri bernama Jenata.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Lelaki Sang Penguasa

Lelaki Sang Penguasa

ucap Meta " Hallo anyeong-meong ehh aduh gimana sih, Hallo Aleta perkenalkan Namaku Jingga Pertiwi paling cantik,imut, pintar dan seksi" ucap Jingga dengan tingkat kepedean tembus genteng, bercanda genteng😀 " cih najisss, oh iya aku Nana Daneja panggil Nana saja" ucap Nana " Hallo aku Aleta Kim Jon, salam kenal" ucap Aleta
9.580.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

omel Ijah. Bu Siti selonjoran disofa sambil membaca majalah. "Enaknya jadi orang kaya. Tinggal minta ini itu udah dibuatin sama pembantu." kata Bu Siti. "Tapi Ijah kok lama sih?" tanya Bu Siti. Bu Siti menemui Ijah yang sedang membuat jus di dapur. "Ijah...," teriak Bu Siti. Ijah kaget dia yang saat itu membawa air digayung langsung mengguyur Bu Siti.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

bela Indra "Apa bedanya sekarang dengan kemarin? Sama-sama nikah di bawah umur kan? Apa gunanya kau menjabat sebagai wali hakim dan penghulu di KUA kalau mengurus pernikahan anak mu sendiri kamu tak bisa." Lagi-lagi Aryo meremehkan segala ucapan Indra "Kau benar-benar keterlaluan Ar" kata Indra dengan menatap Aryo tak percaya
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai jenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status