Sehangat Dekapan Janda Muda
Keringat membanjiri dahi, ia terus menyeret kakinya yang lemah, terengah-engah karena dadanya sesak.
“Ini bukan cuma obat bius,” ucap Reina, berpegang pada satu pohon, menyeka keringat di wajah seraya menggigit bibir. “Tuhan, selamatkan aku….” Heran, mengapa tak ada satupun orang di sekitarnya yang bisa dimintai tolong.