Pernikahan Penuh Luka
Aku menunduk, rasa bersalah kembali menyeruak.
“Mas, maaf. Semua gara-gara aku,” ucapku lirih.
Bara menggeleng cepat. Ia meraih tubuhku dan memelukku erat, seolah ingin menenangkan bukan hanya aku, tetapi juga dirinya sendiri.
“Semua bukan salahmu,” katanya dengan suara tertahan. “Semua ini salahku.”