Raina
Galih, Erfan, Wisnu, Anwar, Fahmi dan Dipo.
Mataku memanas saat sebuah cincin mungil melekat erat di jari manisku. Aku menatap Galih, lelaki itu melontarkan senyum manisnya untukku. Senyuman yang justru menyayat hati, karena aku merasa secara tidak langsung aku menyakitinya. Perasaan Galih terpaut padaku sementara perasaanku masih terombang-ambing.
Selesai memasangkan cincin untuk Galih, MC meminta Galih mencium keningku. Astaga! Permintaan macam apa itu! Bahkan belum pernah sekalipun anggota tubuh kami bersentuhan selain tangan.
Bab Populer