Ujung Senja
Aku tertawa dan mencium pipi mereka satu per satu.
“Congratulations, ya, Jeng,” ujar Riana sambil menempelkan pipinya ke pipiku.
“Selamat apa, Non?” tanyaku heran.
“Ih, pura-pura lagi. Laki lu, kan, baru dilantik.”
Aku tertawa. Cepat sekali berita itu tersebar. Padahal, aku tak merasakan kebahagiaan apa pun karena jabatan Bang Asman. Kalau bisa memilih, aku lebih ingin dia menjadi lelaki biasa, yang mencintaiku dengan cara luar biasa.
인기 회차