Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Chapter 63 Bergelut Rasa. Senja yang berbalut jingga, begitu tenang memandangnya. Warna yang begitu lembut dengan sorot mentari yang hendak tenggelam. Lautan jingga seakan mengikuti perjalanan yang panjang ini. Linara masih menatap langit jingga dengan matanya yang bulat berbinar.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Bukan Pengasuh Biasa

Bukan Pengasuh Biasa

ujar Langit membangunkan Jingga dengan pelan. Jingga menggeliat, dia mengucek matanya dan bajunya sedikit tertarik ke bawah sehingga Langit bisa melihat setengah dari dadanya terlihat menampakkan diri. Langit hanya bisa menghela nafas berat, berharap bi Inah segera datang ke rumah sakit dan membawakan pakaian Jingga. Sebab, apa yang Jingga kenakan saat ini sangatlah menggoda iman. Langit tidak tahu dengan pakaian yang dikenakan oleh Jingga semalam, sebab Langit memang tidur di balkon. Entah apa jadinya kalau Langit tidur di kamar, mungkin dia tidak akan bisa menahan diri.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Bukan Teman Tapi Sekamar?

Bukan Teman Tapi Sekamar?

Tak jarang juga Senja menggigit puncak gunung berwarna pink milik Manda karena saking gemasnya. Sekarang Senja melupakan rasa sakit, pusing, dan gairahnya yang membara. Kini efek dari obat itu sudah tersalurkan pada Manda, Senja sudah tidak memikirkan lagi apakah kegiatan yang dia lakukan bersama Manda ini sah atau tidak sah jika dilakukan di tengah-tengah acara reality show ini.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Saat Istri Kecilku Mengabaikanku

Saat Istri Kecilku Mengabaikanku

Surya tenggelam dan menyisakan warna jingga yang indah. "Kamu suka senja?" "Suka! Aku suka warna orange itu. Cantik, orange kemerahan dan mataharinya akan menjadi lebih cantik." "Itu namanya Jingga, Lydia.. Warna Jingga." Kedua insan itu hanyut akan suasana sore hari itu. Mereka berjalan diiringi oleh angin yang bagaikan alunan melody untuk mereka. Tidak peduli bagaimana dan apa yang terjadi kepada Lydia. Tidak peduli juga apa yang akan ia dapatkan saat mendekati gadis itu karena ia sudah jatuh hati kepada pasiennya sendiri.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

"Lah, kamu yang carinya nggak fokus makanya nggak lihat ada kotak di sana, ujar Tante Rara. Kenzo tidak mempedulikan ibunya yang sedang mengejeknya. Dia kembali berlari setelah mendapat kotak obat itu. Dia langsung menghampiri Ayu yang masih menunggunya di bangku taman. "Kenzo, kenapa kamu lama sekali?" tanya Ayu yang mulai bosan menunggu sahabatnya itu. "Iya maaf, tadi aku tidak menemukan kotak obat ini. Padahal aku yangbtidak melihat kotak yang ada di depanku," kata Kenzo sambil mengoleskan obat luka pada lutut Ayu.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

kata Nasah yang mengoda Guntur “Benar Irsab pasti marah karena teman dekatnya diguyur jus hahaha….,” lanjut Alala “Aku kan tidak sengaja,” jelas Guntur. Navi pun mencarikan handuk dan baju ganti untuk Ira karena bajunya basah. “Ira buka pintunya ini ada handuk dan baju kamu pakai saja tidak papa,” kata Navi sambil mengetuk pintu. “Terimakasih Navi tapi aku pulang saja, tidak mau merepotkan kamu,” jawab Ira
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Kirana seakan tidak peduli dengan kehadiran Alan dan Allaric di hadapannya. Allaric memberi kode pada Alan, agar membiarkan Kirana selesai makan terlebih dahulu. Alan mengerti, ia pun memilih untuk menikmati makanannya. Setelah selesai, Kirana meneguk jus jeruknya hingga kandas. "Apa kau sudah selesai?" tanya Allaric.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Dhani belum sempat menyelesaikan kata-katanya, namun Carine sudah keburu memotongnya. “Emang iya tadi aku bilang gitu?” Dhani hanya tersenyum. “Mungkin aku salah dengar.” Dhani kembali menyiram telapak tangan Carine yang terluka, kali ini Senja hanya diam membiarkan tangan lembutnya berada dalam kekuasaan Langit.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ehh! Izza tertunduk. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Apa ini? Rasa apa ini, Yaa Allah? “Ayook, Ayook, cium, cium ...” Para tamu kompak bersorak kata ‘Cium' karena greget melihat kedua pengantin baru itu malu tapi mau. Dagu Izza terangkat. Izza menatap sang suami dengan tatapan malu. Ia tak bisa melihat apapun, selain matanya. Hanya terfocus pada ‘Matanya’.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Ikhlasku dengan takdirku

Ikhlasku dengan takdirku

Saga pun mengekor di belakang Gio. Saat sedang membeli minuman Saga yang tengah nikmat menenggak air yang berasa manis itu, ekor matanya tak sengaja menangkap seseorang yang dari tadi di carinya. Ya mereka adalah Laras dan Vijar yang tengah menikmati semangkok baso yang tak berada jauh di depannya sedang Gio sedang membayar minuman tak melihat kemana-mana. "Kak, itu mereka". ucap Saga mengguncang lengan Gio setelah minum.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai jingga dan senja season 1
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status