Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dijebak Mengandung Anak CEO

Dijebak Mengandung Anak CEO

Bruaaaakkk !! "Argghhkkk!!!" Tubuh Jihan terhuyung kedepan, Jihan berusaha untuk menetralkan detak jantungnya dengan cepat meraba perutnya. Senyum terukir indah di bibirnya setelah menyadari bahwa kandungannya baik-baik saja. "M– maaf, kamu tidak apa-apa?"
931.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Hingga membuatku sedikit tenang. "Tuh kan Ibu ibu. Kita harus lebih waspada lagi. Ada janda yang sukanya bikin Resah' para ibu rumah tangga. Mana jandanya modelan si Siska lagi. Ya ampun! Bisa gawat suami suami kita."
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Hanya di kamar ini ia bisa menunjukkan sebenar-benar dirinya, tanpa seorang pun tahu yang ia pikirkan bahkan rasakan. Jalinan air dan bumi, semakin merapat hingga tak ada celah untuk tak membasahi setiap benda yang terusap. Hadirnya selalu mampu memaksa Senja mengingat jejak lapuk yang kusut namun sulit untuk surut. Selalu ia nikmati meski pahit, selalu nagih seperti kopi dalam gelas gelatik yang ia genggam. Bersama tegukan dari bibirnya mengalir rindu menyesap hingga ke hati. "Senja, hujan." Bibir itu bergetar menahan dingin. Ia melipat tangan di depan dada seraya mendekap jaket yang terlihat lebih besar dari ukuran badannya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
My Love From Thames

My Love From Thames

sambung Atmariani dengan nada bicara yang selalu terdengar datar sekaligus dingin. "Kalian jahat," Zivanna menangis sesenggukan. "Beginilah dunia, Nak. Kamu tidak akan pernah dapat menemukan kedamaian di sini, karena kedamaian dan kebahagiaan sejati itu hanya ada di alam baka. Sekarang, minumlah ini," Wiyasa meraih satu gelas berisi cairan berwarna hitam pekat, lalu menyodorkannya pada Zivanna.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Tapi dia seakan nggak peduli, dia masih aja tetep meluk gue dan ngasih semangat lewat usapannya di punggung gue. Nggak ada satu pun kalimat penenang, hari ini bakal gue keluarin semua air mata gue, sampe kering, sampe dada gue lega, sampe beban gue ilang, sampe bahu gue ringan, sampe pikiran gue tenang, intinya semuanya ! “Abisin semuanya. Kalo sampe gue liat lu nangis lagi, bakal abis lu gue bully, terus gue sebar foto lu di Group CAHAR. Nggak ada ampun ,OK!!”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Jadi CEO Setelah Diceraikan

Jadi CEO Setelah Diceraikan

tanya Jihan Wisnu terdiam dia mengalihkan pandangannya ke jendela mobil tak mau melihat ke arah Jihan “Aku tak tahu,” jawab Wisnu dengan sarkastik Jihan hanya tersenyum dan tertidur di pundak Wisnu dia mengenggam erat tangan Wisnu. Entah kenapa membuatnya menjadi memiliki sebuah pegangan untuknya bertahan hidup,seperti seseorang yang memberikannya dorongan untuk tetap kuat menjalani semua cobaan didalam hidupnya, Jihan begitu nyaman bersama dengan Wisnu
1025.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

Meski begitu rasa penasarannya membuat Hanna menguatkan niat untuk tetap pergi menemui Mita. Diperjalanan menuju tempat kerja Mita, Kania sempat mengingatkan Hanna agar tidak terbawa emosi. "Mbak, Nanti jangan terlalu emosi ya. Aku takut kalau Mas kepancing emosi. Apalagi sekarang Mbak lagi hamil. Kasihan dedek bayi kalau Mbak marah-marah," pinta Kania sambil mengendarai motornya. "Tenang aja, Nia. Mbak gak akan marah-marah. Apalagi kalau nanti banyak orang. Pasti Mbak juga malu," jawab Hanna.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Dokter Ilahi Jay Issac

Dokter Ilahi Jay Issac

Jay tahu, Kakek pasti menyiapkan villa terbaik untuknya. “Tuan, nama villa ini sesuai dengan lokasinya yang paling bagus. Di samping Timur villa, ada Danau Pemulih Jiwa. Kata staf pengelola, airnya bisa menenangkan hati dan memulihkan energi kehidupan.” Jay tersenyum lembut saat mengingat kebaikan hati Kakek Adrian. Mendiang ayahnya pernah mengajarkan, bahwa harta sebanyak apapun tidak sebanding dengan nyawa seseorang.
10996 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Balas Dendam Tuan Muda Sampah: Menjadi Dokter Ilahi

Dengan tatapan yang tampak damai namun penuh kekosongan, dia menatap kolam koi yang indah di sudut halaman, kemudian tersenyum puas sambil bergumam, "Para wanita cantik itu, di mana mereka bisa dibandingkan dengan pesona abadi dari daun teratai yang layu dan ikan mas koi yang berenang bebas ini?" "Daun teratai yang berguguran memancarkan keindahan yang sunyi dan penuh filosofi mendalam tentang siklus kehidupan, sementara ikan koi berenang dengan bebas tanpa beban—sebuah pemandangan yang benar-benar tenang, nyaman, dan menenangkan jiwa!" "Tuan Muda Terias, ternyata Anda seorang penganut Buddha yang taat?" Jessy Tire yang masih belum mau menyerah pada kesempatan emas ini segera keluar dari mob
9.674.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jatuh Cinta

Diam-Diam Jatuh Cinta

balas Zoia ramah. “Seger banget sih, Mbak.” “Kamu juga.” Zoia membalas pujian dengan pujian. Semakin ke sini Zoia semakin berseri. Mungkin ada benarnya juga ucapan orang bijak yang berkata bahwa kondisi batin akan terefleksi pada fisik seseorang. Setelah masalahnya dengan Javas selesai, Zoia merasa hidupnya jauh lebih damai dan tenteram.
9.728.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 832 kali sebagai jiwa tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status