Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diary Rain

Diary Rain

~Sesi Lagu~ Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan-tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untukmu -Jikustik, Puisi- ~Sesi Lagu Berakhir~ Seketika tubuhku membeku. Pikiranku langsung melayang. Suara itu seperti berada tak jauh dari rumahku. Aku langsung menoleh ke arah jendela kamar. Segera aku berlari dan membukanya dengan tidak sabar.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Menulis Surat Perpisahan di Malam yang Hening

Matahari terbenam menyinari wajah-wajah tersenyum semua orang dengan warna keemasan. Melihat pemandangan harmonis di hadapannya, Windy tiba-tiba teringat sore di saat Yudha berlutut di dekat selokan untuk mencari cincin. "Ada apa?" Axel dengan peka menyadari Windy sedang termenung. Windy menggeleng dan menautkan jari-jari mereka. "Aku cuma merasa ... bahagia." Benar, bahagia. Tidak ada kecurigaan ataupun pengkhianatan, hanya restu tulus dari kedua keluarga.
15.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Adinda

Adinda

terdengar suara seorang pria yang halus. Ucapannya seakan memberi ketenangan. Terlebih ketika ia melantunkan kalimat tersebut dengan pelan. Seakan sang pujangga tengah bersyair. Semuanya terdengar sangat manis. Dibumbui dengan sedikit rasa cemburu. Adinda kini telah larut. Menyatu bersama rasa yang tengah menggelora.
1018.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 599 kali sebagai puisi tenang
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Baca Semua Ulasan
Kesendirian

Kesendirian

Lama juga menunggu pukul 04:00 sore, aku rebahan dulu sambil menulis juga mendengarkan musik. Ternyata ada manfaatnya saat kita menulis yaitu : menuangkan segala perasaan yang kita rasakan tentang apapun itu kedalam bentuk tulisan, kita menjadi lebih baik dari hari-hari yang kita jalani dan saat menulis kita mengungkapkan perasaan itu, hanya kita yang tahu saat kita membaca cerita yang kita tuliskan, sering kita tersenyum sendiri, dan saat menulis kita sedang berkaca juga berbicara dengan diri sendiri, percayalah diri kamu itu sangat berharga. Maka jangan pernah mengeluh akan hidup. Kamu harus bersyukur setiap saat akan berkat yang sudah Tuhan berikan. *****
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Jadi, menulis adalah cara paling aman untuk meredakan apa yang ada di hati. Malam semakin larut. Ingin rasanya tidur, tapi mata belum ingin terpejam. Puisi milik Mas Ichsan serta nama perempuan itu seperti berputar-putar di kepala. Untuk menuntaskan rasa penasaran, kuketik judul puisi itu di kolom pencarian g****e, tak ditemukan. Lalu beralih mengetik nama cantik itu, Ida Ayu Ambarukmi.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Harsa duduk bersila, memegang kecapi dengan sikap tenang. Jemarinya bergerak, memetik senar demi senar, melantunkan alunan yang lembut namun menghanyutkan. Di sela alunan itu, ia mulai melantunkan puisi. Suara Harsa jernih, ritmenya stabil. Puisi tentang langit musim gugur, tentang angin yang membawa rindu, tentang perasaan yang tak pernah diberi nama.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 809 kali sebagai puisi tenang
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Beta's Family
thor.. saking kamu irit bgt updatenya , aku sampe nanjak lg ngulang baca dr awal.. masih suka & exited. ramadhan bisa lah thor sekali update 5 bab gt... kalo pas adegan putri & putra mahkota jgn tiba² dipotong dong thor trs langsunh jump ke adegan lain , sangat disayangkan.
nanadvelyns
Dear, pembaca terkasih. Terima kasih banyak untuk yang masih setia menunggu penulis update 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。. Dukungan, perhatian, dan doa yang kalian tinggalkan di kolom komentar sangat berarti! Mulai hari ini novel akan update seperti biasa ya, karena alhamdulillah keadaanku sudah membaik:>. Love youuu
Baca Semua Ulasan
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Lukisan kaligrafi dengan lanskap alam dalam nuansa hijau dan coklat tembaga, dilengkapi puisi yang ditulis tangan di sisi bawahnya: "Tak perlu dengar suara dedaunan, biarkan gemuruh berlalu dan melangkahlah perlahan. Langkah kaki lebih unggul daripada kuda ketika hati tenang. Hidup tetap berjalan, bahkan saat hujan." Goresan tintanya tegas, berani, namun terasa penuh perenungan. Lukisan itu mengandung keheningan yang dalam, seolah bisa menenangkan pikiran siapa pun yang menatapnya terlalu lama.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
820 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

Beberapa orang duduk santai di bangku pinggir jalan. Kami berjalan berdampingan, diam cukup lama. Sampai akhirnya aku bersuara, “Gue kangen ngerasa tenang. Bukan sekadar diem. Tapi, tenang.” Gasan tidak menoleh. Tapi langkahnya tetap sejajar. “Tenang itu mahal. Tapi, bukan berarti gak bisa dicicil.” Aku mengangkat alis. “Maksudnya?”
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status