Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Mendadak dirinya kehilangan kata-kata. "Maaf ya, kalau sudah membuatmu tak nyaman. Aku hanya ingin tahu keadaanmu," ucap Jati beberapa saat kemudian. "Aku baik-baik saja di sini," sahut Aira. "Syukurlah. Kuharap, kamu selalu bahagia," ucap Jati dengan nada sendu. "Oh, ya. Kudengar di sana sedang musim gugur, ya. Sebaiknya, kamu memakai pakaian tebal, Ra. Jangan lupa minum vitamin juga, supaya kekuatan tubuhmu tetap terjaga," tuturnya panjang lebar.
1016.1K viewsCompletedAdded to Library 370 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar bulan menerangi wajahnya, membuatnya terlihat seperti ilusi. Debur ombak yang menghantam pantai terdengar begitu jelas di malam yang sunyi. Hatiku rasanya seperti tertimpa batu besar, sangat menyakitkan. Setelah waktu yang sangat lama berlalu, Ibu membuang ponselnya ke dalam laut. Lalu dia memberiku uang dua puluh ribu, memegang bahuku dan berkata padaku. "Yolanda, tolong belikan Ibu sebotol air, ya?"
8.5K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Jiwa tiba-tiba meninggalkan tubuh, seperti lilin yang berkelap-kelip tertiup angin, hampir padam, sambil menahan rasa sakit yang hebat. Chu Jianqiu tak berani menunda sedikit pun. Menahan rasa sakit yang hebat, jiwanya berubah menjadi aliran cahaya dan dengan cepat terbang menuju Teratai Suci. Saat jiwa memasuki Teratai Tak Bernoda, rasanya seperti kembali dari padang gurun yang liar dan dingin ke ruang dalam yang hangat, sangat nyaman, dan dipenuhi dengan rasa kedamaian yang mendalam.
1037.7K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as jiwa tenang
Read
+Library
Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kembalinya Nona Muda yang Terbuang

Kehidupan di mana mereka tidak perlu membangun benteng tinggi untuk menjaga kebahagiaan, karena kebahagiaan itu sudah tumbuh di tanah Menteng itu sendiri. Saat senja turun dengan warna oranye lembut, Nayaka berjalan ke tengah taman. Ia menutup mata, mendengarkan detak rumah ini. Tidak ada lagi gema intrik, tidak ada bisikan konspirasi, tidak ada rasa waswas. Hanya ada ketenangan yang utuh, titik nol tempat mereka bisa mulai menulis cerita sendiri tanpa terikat masa lalu. Keluarga Wijaya menang. Bukan dengan menjatuhkan lawan, tapi dengan menjaga kedamaian.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

beber Tuan Muda Ziyo menceritakan kecemasannya. "Aku bukan penyerang!" teriak Jaka dengan spontan kata-kata itu, tercetus dari bibirnya. "Aku tidak sedang membicarakanmu," jelas Tuan Muda Ziyo. membuat kedua pria yang duduk di dekatnya menyipitkan mata. "Aku hanya terlalu sensitif drngan kata-kata itu," jelas Jaka. "Kamu dengar? Lotus berjanji akan mencarinya," tandas Tuan Muda Givo mengingatkannya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as jiwa tenang
Read
+Library
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Bagi Adia, definisi bahagia sederhana, tidak perlu hal-hal rumit. Cukup menikmati secangkir teh di halaman belakang sembari menatap tanaman, bunga-bunga yang bermekaran, kadang rintik hujan jatuh menjadi genangan. Setiap sore mengetikkan rentetan kata, atau merevisi naskah, mata menyapu pada halaman luas, pada kolam ikan yang airnya bergemericik. Teh panas dengan asap yang mengepul tidak pernah absen, selalu menemani di sisi setumpuk buku dan segala tetek bengek lainnya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Janji Setia

Janji Setia

Zulaikha menenangkan perempuan yang sedang marah. “Aku tidak mau memaafkan.” “Aku sebentar lagi akan mati, Nuwa.” Feme menunjuk dirinya sendiri. “Ya, itu, kan, kau, bukan aku!” Janda Kai itu sama sekali tidak peduli. “Tolong setidaknya kau beri sedikit maaf saja, supaya aku bisa pergi dengan tenang.” “Maafku hanya jika dia sudah merasakan sakit yang sama sepertiku. Itu saja syaratnya, kalau tidak ya, sudah. Aku pergi dulu, percuma bicara denganmu. Kau terlalu cinta dengan suamimu.”
106.2K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Cinta Dua Jiwa

Cinta Dua Jiwa

gumam Jing Tian. "Oh, Dewa Langit. Mengapa kau harus mengirimku ke bumi hanya untuk mengurus jiwa yang tidak tahu berterima kasih ini? Kenapa aku harus berhadapan dengan jiwa seperti ini? Ada apa ini? Dosa apa yang aku perbuat dikehidupanku sebelumnya. Sampai aku harus bertemu dengan jiwa ini," batin Jing Tian. Dia terlihat sedang berbicara, tetapi suaranya tidak terdengar oleh Sese. Gadis itu hanya melihat Jing Tian sedang menggoyangkan bibirnya. Seolah-olah sedang melafalkan mantra.
2.0K viewsOn holdAdded to Library 70 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Jiwa Dara yang Terkoyak

Jiwa Dara yang Terkoyak

Tasya mengakhiri kalimatnya seraya memandang langit-langit kamar. Aina tersenyum miris,"Terkadang luka membuat seseorang seolah mati rasa, hati yang hampa tak lagi mengenal apa itu cinta. Bahagia menjadi lebih sederhana bagi mereka yang sempat merasakan luka. Setidaknya memiliki tempat yang nyaman untuk kembali rasanya sudah cukup untuk bertahan di tengah kerasnya kehidupan ini.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as jiwa tenang
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

ujarnya tak bisa menahan diri sama sekali. Dita tersenyum tipis, matanya bersinar penuh rasa terima kasih. "Terima kasih, Pak Dika." "Mungkin memang wajar, karena kamu begitu cantik," kata Dika, mencoba menenangkan suasana dengan senyum, "banyak istri yang mungkin takut suaminya tergoda denganmu."
102.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as jiwa tenang
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status