Mendengar lagu 'September' oleh Earth, Wind & Fire selalu bikin aku tersenyum dan ingin berdansa, tapi di balik iramanya yang ceria, ternyata ada cerita menarik yang mungkin banyak orang lewatkan. Lagu ini dirilis tahun 1978 dan menjadi salah satu hits paling iconic dari era disco, tapi liriknya sebenarnya lebih personal dari yang kita kira. Maurice White, salah satu pendiri band, menulis lagu ini sebagai perayaan momen spesial—tanggal 21 September adalah hari ulang tahun mantan pacarnya. Itu menjelaskan kenapa liriknya penuh dengan energi positif dan nostalgia, kayak 'Do you remember the 21st night of September?' yang jadi pengingat akan kenangan manis.
Yang bikin 'September' istimewa adalah cara lagu ini mengemas kesedihan atau kehilangan dalam kemasan yang begitu hidup. Disco biasanya identik dengan pesta, tapi di sini, ada lapisan emosi lebih dalam: usaha untuk mengubah kenangan pahit menjadi sesuatu yang bisa dirayakan. Musiknya yang upbeat dengan horn section gempita dan vokal harmonis seolah jadi antidote untuk kesedihan. Aku suka cara mereka menggunakan musik sebagai terapi—alih-alih meratapi hubungan yang udah berlalu, mereka memilih untuk menari dan tertawa mengenangnya.
Uniknya, lagu ini juga jadi bukti betapa musik bisa menjadi mesin waktu. Sampai sekarang, setiap September tiba, lagu ini viral lagi di media sosial. Generasi muda yang bahkan belum lahir di tahun 70-an ikut merasakan 'euforia' tanggal 21 September. Itu menunjukkan kekuatan seni dalam menciptakan tradisi budaya yang lintas generasi. Aku sendiri selalu setel lagu ini pas tanggal 21, bukan karena punya kenangan romantis, tapi karena aura bahagianya itu menular. Mungkin itu maksud sebenarnya di balik lagu ini: mengajak kita semua untuk menemukan sukacita dalam hal-hal kecil, bahkan dari kenangan yang sudah jauh di belakang.