Jangan Siksa Aku, Suamiku
ucap Alena saat tangan Briyan menerobos masuk ke dalam selimut dan mengelus paha mulusnya.
Briyan menarik tangannya, ia tersenyum seribu arti. "Ternyata kamu masih memiliki tenaga," ucapnya.
"Tolong bebaskan aku dari sini, jika ayahku memiliki salah kepada keluarga ini, aku mohon maaf yang sedalam-dalamnya." Alena mengucapkan kata-katanya sambil berurai air mata.
Briyan menatap dingin Alena, ia tertawa seolah-olah ucapan Alena adalah lelucon.