Nikahi Aku atau Aku Mati
Senyum getir tergambar di bibirnya yang ranum.
“ Kamu semakin terlihat begitu mencintai sahabatku itu. Ketulusan, kasih sayang, kepedulian, pengorbanan, cinta, semua aku rekam jelas. Aku sempat membayangkan, jika dulu aku tidak terlambat menyadari, mungkin saat ini aku telah menjadi wanita yang menjadi ratu seumur hidup di hatimu. Nyatanya, itu hanya halusinasiku saja. Ya, aku semakin tenggelam dalam halusinasi dengan dalih kata ‘seandainya’. Ternyata, ratapan kata ‘seandainya’ itu menggerogoti kesehatanku. Dan, sampai sekarang ini ...”
Hot Chapters