Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Jejak Pewaris Harmoni di Bawah Langit dan Gelombang

Kai menatap dengan seksama kedua lubang itu dan tidak menemukan keanehan di dalamnya. “Sepertinya sama saja! Aku tidak menemukan keanehan di dalam.” Kai menatap mereka yang sedikit ragu, “Tapi kalian bisa memberi pendapat masing-masing.” lanjutnya, memberi usul pada mereka. “Aku pikir yang sebelah kanan lebih baik!” saran Luka. “Aku yang sebelah kiri!” “Karena kalian sudah memilih, kini giliranku ya!” Kai menarik napas dalam-dalam, “Kita coba yang sebelah kiri, bagaimana?” lanjutnya sambil menatap mereka berdua.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Warisan Kuno: Kembalinya Sang Pewaris

Arka melompat menghindar, tetapi serangan itu menghantam tanah dengan keras, menciptakan ledakan yang membuatnya terlempar ke belakang. Azura berlari ke arahnya. "Arka, kau tidak apa-apa?" Arka bangkit dengan cepat, matanya penuh tekad. "Aku baik-baik saja. Kita harus menemukan celah dalam pertahanannya." Kael tersenyum miring, lalu mengangkat tangannya. Dalam sekejap, bayangan raksasa itu menggandakan dirinya menjadi dua, lalu tiga.
4.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
ARWAH SI KEMBAR

ARWAH SI KEMBAR

Ia menyeringai dengan tatapan tajam yang membuatku bergidik ngeri. Ia mendekatkan wajahnya hingga hanya berjarak sekitar dua senti dengan wajahku. Ia berteriak sangat kencang, hingga suaranya memekakkan gendang telingaku. Seketika beberapa serpihan kaca itu melayang di udara, Dewi mundur beberapa langkah menjauhiku, dan saat teriakan Dewi berakhir, serpihan kaca itu terlempar ke arahku, menancap di tembok tepat di sisi kanan dan kiri wajahku.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
TRAPPED IN PAST LOVE

TRAPPED IN PAST LOVE

kata Caca setelah kamera menyala. "Kita ke negara mana dulu nih?" Lanjutnya. "Thailand." "Jepang." Gara dan Arga berucap berbarengan tapi dengan tujuan yang berbeda, Caca menghela napas kemudian menatap kedua abangnya bingung. "Jadinya mau ke mana? Nggak mungkinkan tubuh kita dibelah terus setengah ke Thailand setengahnya lagi ke Jepang?"
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
Hello, My EX

Hello, My EX

"Apaan, sih?" "Mantan lo," ucap Ara tanpa vokal sambil menunjuk arah datangnya Kavi. Rea menolehkan kepalanya ke samping, mencari keberadaan Kavi. Benar saja, Kavi sedang berjalan ke arah mereka, tapi, dia tidak sendiri. Ada Kina di sampingnya. Rea langsung menunduk, berpura-pura sibuk dengan ponselnya.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Namun kali ini… ada dua aliran. Satu dari perempuan itu. Satu lagi… jauh di sana. Pelangi langsung merasakannya. “Dua arah…” katanya pelan. Sosok besar mencatat. “Koneksi dua sisi mulai terbentuk.” Pelangi menutup matanya lagi. Dan kali ini… ia tidak hanya melihat. Ia berada di antara dua titik itu. Seperti jembatan. Di satu sisi perempuan itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
Penyihir Terhebat di Dunia Lain

Penyihir Terhebat di Dunia Lain

ucap Camaro. “Lalu bagaimana aku dapat mengantarkan pria itu untuk keluar dari sini?” “Kalau soal itu, mudah saja. Dari sini kau ambil jalan ke arah selatan, lalu saat ada pohon palem bercabang dua, kau bisa ambil arah barat dan lurus terus sampai bertemu pohon ceri merah. Terakhir, dari pohon ceri merah, kau bisa ambil arah timur,” jelas Camari.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
Diantara Dua Tasbih

Diantara Dua Tasbih

Pov Lily Aroma kertas tua, lem jilid yang mengering, dan debu yang mengendap bertahun-tahun langsung menyergap indra penciumanku begitu pintu kayu tebal itu tertutup. Di luar, riuh rendah suara mesin tik elektrik, dering telepon yang tak putus-putus, dan tawa sinis Sarah seolah terputus oleh sekat dinding beton yang tebal. Di dalam ruangan berukuran empat kali enam meter ini, hanya ada keheningan. Kesunyian yang sunyi, namun anehnya, entah mengapa terasa jauh lebih manusiawi daripada kubikel kerjaku di luar sana.
132 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
Ketika Janda Ketemu Duda

Ketika Janda Ketemu Duda

kata Isvara kemudian memberikan kecupan lagi. “Kalau Caca punya mami dua gimana?” celetuk Meysha membuat Gaska dan Isvara menghentikan gerakan tangannya yang memegang sendok hendak menyuapkan ke mulut. “Caca memang akan punya mami dua … mami Cindya dan Bunda Ara,” kata Isvara sembari memegang dada saat menyebut namanya. “Ra!” seru Gaska pelan, sorot matanya tampak tidak terima.
10431.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.4K kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
TERNYATA AKU YANG KEDUA

TERNYATA AKU YANG KEDUA

putus pria itu. Dengan langkah lesu. Leona menyusuri anak tangga menuju lantai dua kafe Tari. Kafe ini terdiri dari empat lantai: dua lantai pertama digunakan sebagai kafe, lantai ketiga sebagai tempat beristirahat Tari jika menginap, dan lantai teratas adalah rooftop.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai kaca 2 arah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status