Cinta Dua Sisi
Akan tetapi, langkah itu melewati kamarku dan menuju kamar sebelah.
Masih dari balik celah pintu kamarku, aku melihat Mba Shima sedang berada di depan kamarku, tapi matanya terarah pada Mas Arman. Pandangan yang baru kusadari, pandangan yang sama sejak perjumpaan pertama kami di jogja. Pandangan penuh cinta dan luka.
Aku masih bisa melihat dari celah ini, saat kaki Mba Shima juga ikut beranjak menuju kamarnya. Tuhan, bodohnya aku? Sudah berapa lama ini? Kenapa aku tidak pernah menyadarinya?
Hot Chapters