Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kaya Setelah Dibuang

Kaya Setelah Dibuang

tanya Kaisar yang sudah selesai mengganti bajunya dengan kolor dan kaos oblong. "Kakak nggak ke percetakan?" "Besok aja lah. Ini dah mau sore, kamu belum jawab pertanyaan Kakak. Cafe kenapa?" "Lagi ada tamu, katanya nunggu Ken." Ken menyeruput minuman dengan cepat sampai tandas lalu berdiri. "Ken pergi dulu ya? Mobilnya Ken bawa. Nanti Kakak ke showroom aja kalau mau pakai mobil. Di sana Kenzi dah nitip," celetuk Kenzi.
1077.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Mendadak Kaya Raya

Mendadak Kaya Raya

ucap Sans dengan santai. Soraya kebingungan, "Bukannya pesta ini sedang dilaksanakan? Memangnya pesta seperti apa yang kau rencanakan?" tanya Soraya. Sans hanya diam dan tersenyum. "Pasti kalian tidak pernah melihat mutiara yang bersinar indah seperti ini, kan?" ucap Kakek Lindsay dengan bangga. Semua orang tentu setuju dengan ucapan Kakek Lindsay. Mereka memang tidak pernah melihat Mutiara yang bersinar indah seperti ini. Ditambah ukurannya yang sangat besar, melebihi ukuran pada umumnya.
9656.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.1K kali sebagai kaca custom
Tampilkan Ulasan (82)
Baca
+Pustaka
Skyy
Mohon maaf, untuk masalah koin, saya tidak tahu menahu soal itu. Karena untuk perhitungan koin, itu sudah peraturan dari sistem aplikasinya, ya^^ Jadi, saya tidak bisa mengatur harga koinnya, saya mohon maaf sekali lagi, happy reading^^
herlambang
hebat Thor menulis cerita 2bab cuman 6minit dengan koin 14 untuk satu bab kalu 2bab berarti koinnya 28..cuman buat 6 minit ngak ada jaminan kembalian langsung wah hebat yah..kek anying apa..Thor koin ngak sesuai dengan pendeknya cerita..
Baca Semua Ulasan
Rumah Kakek

Rumah Kakek

celetukku asal bertanya pada pak Asep. “Beda-beda, Neng. Ada berupa bagian dari dari tubuh hewan seperti, kumis atau kuku. Atau, sesuatu yang dibungkus dengan kain yang tak lazim bentuknya. Kurang lebih siga kitu, Neng.” “Oh, kalau ada sesuatu yang kecil dibalut dengan kain hitam berbentuk kotak, itu jimat, bukan?” Suasana menjadi hening seketika. Nampaknya, aku salah memberikan pertanyaan karena seisi ruangan kini melihatku dengan wajah heran. Aku yang bingung merapatkan badan pada ibu karena malu.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

Layar kembali menampilkan gambar berbeda yaitu sebuah baju yang banyak warna dan corak seperti batik tapi, bukan. "Ini sebuah produk busana yang berasal dari kain perca. Mungkin jika kita olah bisa dilihat seperti bertambal. Tapi kita mempunyai teknologi untuk menyempurnakannya sehingga seperti tidak ada tambalan. Jika kita mengolahnya dengan sangat cermat, maka hasilnya akan sangat luar biasa." Semua orang terus menulis dengan tatapan kagum. "Idenya cemerlang banget!"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Lana membalas senyuman itu. Setelah membayar, mereka berdua berjalan keluar toko kain menenteng berbagai tas belanja hasil hunting perlengkapan saserahan dan pernikahan Bianca hari itu. Sesekali mereka berhenti di beberapa toko yang menjual pernak-pernik saserahan yang dibutuhkan Bianca. Ketika Bianca tengah asyik memilih-milih lingerie di toko pakaian dalam, Lana teringat pesan Arga agar ia membeli testpack. Kebetulan sekali, ada toko obat persis di seberang toko pakaian dalam itu. Lana beranjak sejenak menuju toko obat dan membeli sebuah testpack untuk dipakainya di kos. Lana buru-buru memasukkannya ke dalam tas agar Bianca tidak melihat ia membeli testpack. Lana hanya tidak ingin terjadi
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Gadis itu bertanya dengan pandangan tertuju pada kakinya yang menggesek-menggesek pijakan. "Hah?" "Iya, gimana?" Masih setia memandangi kakinya yang berbalut sneakers putih itu. Astaga, mulai lagi. Aku mulai mencari topik bahasan apapun, untuk mencairkan suasana yang sangat kubenci ini. "BTW, siapa nama lo?" tanyaku, basa-basi. "Rimba buana." Heemm, nama yang lumayan unik, tapi gak seberapa dibandingkan dengan namaku.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
CEO Nakal Kekasihku

CEO Nakal Kekasihku

tanya Keano. “Oh, itu makanan khas Jawa Tengah daerah Pekalongan-Batang. Nasi lauknya megono, megono itu Nangka muda diurap. Di sebelah warung Tegal itu orang Batang, siapa tahu bisa membuatkan,” tutur lelaki itu. Keano seperti mendapatkan berkah. Satu botol air mineral itu diberi dua puluh ribu, tanpa mendapat kembalian. Keano berjalan ke rumah makan tersebut. “Bu, maaf beli nasi megono,” ucap Keano.
9.7213.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Turun Ranjang: Diceraikan Abangnya, Diratukan Adiknya

Turun Ranjang: Diceraikan Abangnya, Diratukan Adiknya

“Kado dari gue udah dibuka belom?” Bagai sikut kepentok tembok, aku langsung sadar dengan pertanyaan itu. Kado berbentuk kotak berwarna merah dengan pita putih yang berisi pakaian haram. Nggak kira-kira Caca mengirimkan kado itu, isinya langsung satu lusin. Astaga, berasa jadi wanita malam aku karena punya koleksi baju malam yang kekurangan bahan itu. “Lo gila, Ca. Untung laki gue nggak tau isi kado itu. Kalo sampe dia tau, bisa mampus gue!”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Dokter Tampan Pemikat Wanita

Dokter Tampan Pemikat Wanita

Kuisyaratkan telunjuk di depan bibirnya, lalu mendaratkan ciuman singkat. Ah, aku jadi terbiasa dengan kelembutan dipoles lipstik tanpa kilapnya. Enggak cukup sekali. Dua kali. Caca tertawa karena aku berusaha menjejalkan lidah di sela bibirnya dan dia menjaga jarak dengan memundurkan wajah. "Mau juga ikannya, dong." Caca mengambil dua mangkuk dari rak dan mulai mengisi nasi. "Tadi bilang makan di rumah?" Kuangkat panci ke tatakan di pertengahan meja kabinet.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
PREDESTINATION

PREDESTINATION

kata Cakra mengingatkan. “Lo ga ikut ibadah, Cak?” tanya Reinan. “Nanti aja abis lo pada balik, masa tamu gua tinggal. Kaga enak.” Junkyu naro camilan di depan ruang tv kan biar mereka mau apa-apa gampang. Terus wifi yang paling kenceng juga di ruang tv. Cakra menaruh camilan yang ia pegang lalu menghidupkan fitur wifi di handphone nya karena memang yang paling kencang itu disini.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai kaca custom
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status