Kafan Hitam
Kalau berpikir itu air hujan, ia agak ragu, pasalnya saat menoleh ke arah punggung tangan, yang ia dapati adalah cairan kental berwarna hitam.
Pak Dede mengembus napas panjang. Sorot matanya bergerak ke atas, ke arah cairan hitam itu berasal. Seiring netranya yang meninggi, ia bisa melihat tubuh terbalut kain hitam berada di sampingnya. Matanya sontak membola ketika melihat wajah retak, mata merah menyala, mulut terbuka yang menampilkan gigi taring dan air liur hitam di depannya.
“Po-po-pocong,” ucap Pak Dede terbata. Tubuhnya serasa kehilangan tenaga untuk sekadar tegak. Alhasil, ia terjatuh hingga kepalanya membentur kemudi.
Hot Chapters