Lenyap Bersama Kenangan
ucapku memotongnya, “Yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Hidupku sekarang sangat baik, sungguh.”
Dia menunduk, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku dan meletakkannya di depanku.
Aku membuka kotaknya dan terdiam.
Itu adalah liontin jimat giok.
Permukaannya halus dan hangat, memantulkan sinar matahari dengan lembut.
Persis seperti yang kuingat.
“Aku menemukan ini di tumpukan barang lama rumah,” kata Ridho pelan, “Waktu itu sudah pecah, jadi aku coba perbaiki sebisanya.”
Hot Chapters