DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
"Nggak sepuluh tahun, tapi saya akan bilang kalau waktunya pas."
Aku mendesah, lalu menyandarkan tubuh dengan frustrasi. "Tahu nggak, Bang, bicara gini tuh berasa kayak lagi ngomong sama tembok."
Dia terkekeh pelan, suara rendahnya membuatku semakin kesal sekaligus ... entah kenapa malah tersipu. "Tembok nggak bisa makan nasi goreng buatan kamu."
Aku menahan senyum, mencoba tetap terlihat kesal. "Abang ini memang laki-laki menyebalkan."