About Keenan
Dia segera menghapus air matanya, kembali mengelus kepala Apin, dan hendak menemani tidur di sampingnya.
Namun, tiba-tiba ponselnya berbunyi, menandakan pesan masuk.
Kafka: Dateng ke markas atau mau liat ketiga temen lo abis di tangan gue.
Pesan itu datang seperti kilat yang menyambar di tengah malam, mengejutkan Keenan. Kafka, anggota gengnya sekaligus salah satu orang yang paling dekat dengan Keenan, tidak mungkin mengirim pesan seperti itu tanpa alasan. Pasti ada seseorang yang memaksanya.
Hot Chapters