Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mati Kembar

Mati Kembar

Kulirik dari celah jendela rupanya gerimis mulai menitik dan membasahi setiap dinding di luar serta kaca yang bening menjadi berembun karena tetesan air langit itu. Ternyata begitu cepat malam menyapa kami. Benar saja terlihat si kembar memeluk kedua lenganku erat. Sementara aku masih terduduk di sofa di tengah-tengah ruangan. Astaga! aku melihatnya lagi, sosok yang sama pada waktu yang mungkin sudah tak terhitung lagi. Bisa jadi aku sudah sangat teramat biasa dengan pemandangan buruk ini. Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Nafkah yang Keliru

Nafkah yang Keliru

“Kamu bisa aja.” “Bisa dong, hehe. Ya udah yuk.” “Yuk apa?” “Berkembang biak.” “Astaghfirrullah Akang.” “Wanita seperti kamu itu harus dilestarikan Sayang, enggak boleh sampai punah.” “Ya ampun emang enggak ada bahasa lain apa? Memangnya aku satwa liar?” “Liar enggaknya Akang masih belum tahu. Makanya dicoba dulu.”
1084.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Aku jadi senang sendiri dengan pemikiranku. Faber melihatku senyum-senyum sendiri dia menjadi penasaran dan bertanya kepadaku. "Kenapa loe senyum-senyum sendiri?" "Nggak apa apa kok, soalnya lucu aja?" "Ah masa? " "Ahaha, enggak deh, ada deh pokoknya" jawabku ambigu. Dia mengendikkan bahunya dan kembali menuliskan jawabannya. Kadang-kadang aku bertanya padanya sambil menulis di kertas dan dia juga akan menulis jawabannya di kertas yang sama.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan

"Apakah kamu tidak ingin merasakannya?" Jantung Arka berhenti berdetak sesaat. Darahnya seolah surut dari wajahnya, lalu kembali membanjir dengan cepat membawa hawa panas. Arka membaca kalimat itu lagi. "Apakah kamu tidak ingin merasakannya?" Otak cerdas Arka langsung bekerja cepat, menganalisis makna di balik lima kata itu. Bagi orang awam, kalimat ini ambigu. Bisa berarti merasakan kesuksesan, kekayaan, atau makanan.
16.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

"Elo juga, sih! Jangan ngucapin kalimat yang bisa bikin orang salah paham!" Raga seringkali seperti itu. Membuat kalimat ambigu yang berujung pada keadaan canggung seperti sekarang. Cemberut, Raga tidak terima dimarahi Amira. Sudah jelas dia yang harusnya marah sekarang. "Habisnya lo enggak bisa diem!" Gerutu Raga. Suaranya kini berada dalam nada rendah, tidak meninggi lagi. Tangan Raga bahkan sudah mencolek lengan Amira, meminta perhatian dengan cara menggemaskan.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Jadi Pelayan saat Tinggal Bersama Ipar

Jadi Pelayan saat Tinggal Bersama Ipar

Namun, tetap saja ketika hendak kupijat, ia masih saja menolaknya. “Enggak usah! Aku enggak sakit kok.” “Siapa emang yang tanya kakimu sakit atau enggak.” “Hm, memang enggak ada.” Kebanyakan memang sering kali ambigu, berkata tidak sakit padahal sebaliknya. Sekarang ia malah terjebak dengan ucapannya sendiri. “Pelan-pelan!” pintanya lirih. “Aman,”
19.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 701 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

Pak Argan membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya ke telingaku. "Jangan bikin saya kecewa lagi. Saya paling benci sama orang yang kerjanya setengah-setengah. Kalau mau main-main sama saya, jangan setengah-setangah. Paham?" Ah, kenapa, sih, kalimat Pak Argan ambigu banget! Otak polosku langsung menerjemahkannya ke mana-mana. Apa maksudnya main? Main skripsi? Atau main yang lain?
826.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 837 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
The Escaped Wife

The Escaped Wife

“Apa kau tahu kata-katamu mungkin bisa saja terdengar ambigu.” Edzar Gao tiba-tiba menariknya menjadi lebih dekat, mereka bahkan dapat merasakan hembusan nafas masing-masing. “Apa yang kau pikirkan dengan kalimat itu? Apa kau berpikir hal yang tidak bermoral.” “Menjauh dariku!” Fallin Ma berusaha mendorong dadanya, tetapi tidak berhasil. “Apa kau merasa malu? Lihatlah, betapa merah pipimu itu. Apa kau benar-benar memikirkan aku akan melakukan ‘itu’.”
9.911.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Dikontrak 365 Hari jadi Istri Presdir Dingin

Dikontrak 365 Hari jadi Istri Presdir Dingin

Dia masih merasa kalimat yang diutarakan Yaya padanya itu memiliki makna yang ambigu. Hening sejenak. Yaya menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya berkata, “Aku rasa ... aku harus mengakui ini. Jadi, kalau boleh jujur ... sepertinya kamu adalah obat dari segala resah yang aku alami. Mungkin ini terkesan sedikit lambat, tetapi kurasa sebelum kamu dimiliki oleh orang lain, berarti tidak ada yang terlambat, ‘kan?”
10100.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Alexa (Jamilah Binti Surip)

Alexa (Jamilah Binti Surip)

Heriadi ternyata laki-laki yang rasa kepercayaan diri yang tinggi. Bales gombalannya, Lex? Gunakan kalimat yang mengundang dan ambigu. Buat si Heriadi ini terpikat pada pesona lo! "Maaf, gue nggak denger? Di sini terlalu berisik," Alexa mengeraskan suaranya. "Hehehe. Terlalu berisik ya? Kalau begitu kita langsung pada tujuan saja ya? Lo mau kita ngamar di mana?" Heriadi mengedipkan sebelah matanya.
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 524 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status