Menjadi Pembantu Maduku
****
Kami dibawa kesebuah ruangan, oleh seorang pembantu yang sengaja Mas Bayu perintahkan untuk mengantar kami ke belakang.
"Ini kamar kalian, nak."
Setelah aku dan Nana mengikuti langkahnya dari belakang.
Wanita paruh baya itu membukakan pintu kamar yang akan aku dan Nana tempati, tidak terlalu besar karena hanya memiliki satu tempat tidur berukuran sedang, satu lemari baju, meja nakas dan kamar mandi.
"Terimakasih, bibi,"ucapku.
"Namamu siapa, nak?"tanya wanita itu, penuh dengan kelembutan padaku.