Suamiku Kuli Terhormat
Wajah putihnya seakan tanpa polesan.
Kali ini Gea mengenakan kaos biru malam ukuran besar, berpadu dengan celana panjang longgar berbahan kain. Terdapat kantung di kiri kanan bagian tengah celana itu. Lehernya mengenakan kalung putih bandul kecil persegi panjang, di punggung tersampir ransel. Ahsin menurunkan pandangannya, di pergelangan melingkar gelang biji-biji kecil dari kayu, sedang di jari masih bertengger cincin pemberiannya.
“Gea, kau selalu membuat kejutan. Sekarang apa lagi?”