Pernah Menyesal Menikah
“Aku nggak terbebani, Mas. Aku cuma pengen semuanya berjalan dengan baik. Buat Raya, buat Jagad, buat Mas Auriga juga.”
Buana kembali mengangguk, kali ini dengan lebih tenang. “Ya udah, yang penting kamu bahagia, Sem. Itu yang paling penting buat aku.”
Aku menghela napas lega. “Makasih, Mas. Aku juga mau kamu bahagia. Kita semua berhak bahagia, kan?”
Buana tersenyum, lalu bangkit dari duduknya. “Iya, Ta. Kita semua berhak bahagia. Kamu juga, jangan lupa itu.”