Selubung Memori
potongku, meski dia terus mengoceh, yang aku yakin tidak akan mendengar suaraku ketika bicara tanpa henti.
“Kedelapan, tidak ada pilihan lain lagi. Kesembilan, dan kau bermimpi soal itu, di waktu yang persis sama saat aku benar-benar membutuhkanmu. Kesepuluh, kau tidak pernah memikirkanku. Kesebelas, sekarang, kau harus cerita semua yang terjadi, bagaimana kau sampai tidak sempat menghubungiku dan segalanya.”
Hot Chapters