Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kemarau Di Ujung Senja

Kemarau Di Ujung Senja

"Cukup lama, Pak." "Apa samean sudah makan, Le?" "Belum, Pak. Tetapi setelah ini saya pulang dan nanti akan langsung makan."
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
MENYESAL MENDUAKANMU

MENYESAL MENDUAKANMU

"Kalian sudah makan malam?" Keduanya menggeleng. "Kami tunggu Papa sadar. Bagaimana bisa kami makan kalau Papa masih belum siuman?" kata Ayesha. "Ayo, Pah. Kita makan sama-sama," ajak Kamal seraya membantuku bangun. "Papa sudah tidak apa-apa. Kalian turun duluan, ya. Sebentar lagi papa menyusul." "Tapi, Pah. Nanti ...."
9.8239.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.9K kali sebagai kamu sudah makan belum
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
pepee.rahmah
Dikira Malik dah tobat beneran, ehh...ternyata masih tukang bo'ong. Duhhh klo sampe Karin beneran balikan ma Malik, artinya ni cerita g jauh beda ma cerita2 translate yg lain. Tokoh utama balikan lg cowok pengkhianat. Semoga bedaa...
Uli arta
Author bagus banget ceritanya.air mata ku trus mengalir,Thor pengen ada extra part smpai Kamal merid.klo bsa bikin cerita baru utk ayesa dan Faisal. ini novel y harus di baca ya guys,nyesel klo g baca.trimakasih author Airi Mitsukuni,telah berhasil membuat aku menangis.
Baca Semua Ulasan
Kamu Berulah, Waspadalah!

Kamu Berulah, Waspadalah!

Tapi rasanya, aku bingung ingin memulainya. "Kamu sudah makan?" tanya Azkia, mungkin hanya berbasa-basi saja, karena kami memang sama-sama saling diam. Aku gelengkan kepala ini sejenak, karena aku memang belum makan. Nafsu makan seolah menghilang begitu saja. "Belum."
1074.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
METAMORFOSA-2 (DWILOGI)

METAMORFOSA-2 (DWILOGI)

“Lo udah makan, Ta?” Mendengar Bagus bertanya, namun tidak terlalu jelas di telinganya membuat Jelita memajukan kepala ke depan hingga menempel di tubuh Bagus. “Lo tanya apa?” “Lo udah makan?” ulang Bagus. “Udah.” “Makan nasi, udah?” “Nasi belum, tadi makan pudding doang.” “Makan dulu, ya, sebelum sampai kos lo.”
9.67.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Juleha menggeleng pelan. “Heran deh sama kamu.” Ia lalu melangkah ke arah meja panjang yang masih menyisakan beberapa panci makanan. Untungnya masih ada nasi hangat dan beberapa lauk yang belum disentuh. “Kamu udah makan belum?” tanya Juleha. “Belum kenyang.” Juleha langsung menoleh tajam. “Belum kenyang atau belum makan?” Ujang tertawa canggung.
1022.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 559 kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku

Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku

"Sudah makan?" Kalimat tanya itu memecah kesunyian. Nara menoleh, menatap wajah yang dimatanya masih terlihat gelisah. "Su-sudah, Mas. Tadi sebelum ke tempat ci Welly, mama ngajak makan dulu." jawab Nara jujur tanpa kebohongan. Dia memang sudah makan, Nirina selalu memastikan Nara kenyang ketika pergi bersamanya.
9.9110.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

“Halo, Sayang,” sapa Kian di telepon. “Kamu sedang apa? Sudah makan siang belum?” “Halo, Kian. Aku sudah makan. Kalau kamu sudah makan belum?” “Belum. Tadi aku sedang sibuk, jadi belum sempat makan siang,” ujar Kian sambil meregangkan sebelah tangannya ke atas. “Ya ampun. Kamu pasti sibuk sekali.”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Dan belum ingin menjawabnya sampai sekarang. “Hmmm, sudah malam, udah makan?” “Belum.” “Pingin makan apa?” “Aku belum laper.” “Kau harus minum obat, kan?” “Iya.” “Harus makan kalau gitu.” “Ntar aja gampang,” sahut Bumi. Terasa canggung jadinya, Bumi menyalakan televisi, menoleh ke Langit. “Mau minum apa?”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

Istri yang Terpaksa Kau Nikahi

“Wait a minute. Have you had lunch?” “No. I’ll eat later.” Kedua alis pria itu menyatu. Kakaknya itu memang sulit diberi tahu. “Astaga, ini sudah jam satu siang, Gamma. Bukankah sebaiknya makan siang dulu? Aku tidak masalah karena aku sudah makan, tapi kau? Apakah Anna tidak mengingatkanmu makan siang?”
9.8964.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.9K kali sebagai kamu sudah makan belum
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Sinar Rembulan
Hai, semua Author sudah mempertimbangkan keinginan kakak-kakak yah, untuk update author akan kembali up di sore hari pukul 14.00 (cie yg seneng kasih komentar white love dulu yukk) dan mengenai bonus akan author up di hari sabtu yahh, spesial 3 bab, okayyy? THANK YOU SEMUAA🤍 HAPPY READING 🤍
Aurora Aurora
nyesek baca di bab 99 RUNTUH... Hiks...hiks .. ikut nangis... terharu nyesek banget , Uda ga jujur di awal berjuang sendiri untuk mencintai, tapi belum dapat kepastian dari Gama ... yang masih belum bisa lepas dari masa lalunya.. Memang ga enak kalau hadir bukan sebagai orang yang pertama...
Baca Semua Ulasan
Bukan Mantan

Bukan Mantan

Rupanya tirakat Yuyun untuk mengikhlaskan malah jadi jalan jodoh hingga diajak ke pelaminan. “Sayang?” panggilan mesra seseorang mengalihkan perhatian kami. “Udah makan belum?” “Belum Mas, Mas udah makan?” “Belum. Kamu disini aja biar Mas ambilin. Kamu sekalian juga gak Mbar?” “Enggak Jok, masih kenyang.” “Oke.”
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai kamu sudah makan belum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status