Rembulan di Langit Kinanah
"Dari sampulnya saja sudah ada kalimat larangan, kan? Seharusnya kamu tidak membukanya, melihatnya, membacanya atau apa pun itu."
Ammar mengangguk-angguk.
"Tamam, ana muta-assif (Baiklah, aku minta maaf). Bagaimana jika aku mentraktirmu makan siang di restoran Khan El Khalili untuk menebus kelancanganku?"
Zea mengangkat alis, lalu menggeleng kuat. "Tidak. Aku tidak mau."
Ammar menyipitkan mata, memandangi Zea yang mendadak membuang muka ke arah lain, lalu tertawa geli.
Hot Chapters