Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz
Di sampingnya, seorang pemuda dengan wajah hampir mirip berdiri santai, bahunya lebar, sorot matanya fokus.
“Namaku Reno,” lanjutnya. “Ini adikku, Seno. Kami bisa sedikit bermain basket.”
Kerumunan kembali riuh.
“Reno dan Seno?”
“Bukankah mereka sering main di lapangan belakang?”
“Mereka jago, tapi jarang ikut tim mana pun.”
Stuart menyipitkan mata. “Kalian siapa?”
“Bukan siapa-siapa,” jawab Seno sambil tersenyum tipis. “Justru itu masalahnya. Kami muak melihat orang sombong merasa dunia miliknya.”
Capítulos Populares