Lima Jari Playboy
Jasmine menggenggam tanganku.
Kali ini, aku hanya bisa menelan ludah. Semoga saja, jawaban yang akan kulontarkan padanya ini tak salah, “Tentu, tapi memang hanya teman,” aku mengangguk. “Pe…perumpamaannya begini saja,” kulepaskan genggaman tangan Jasmine, “Jika ingin luka sembuh, ada perban dan kapas yang membantu selama proses pemulihan. Namun, kapas dan perban harus dicabut jika lukanya mulai mengering. Pasti sakit ketika kapas dan perban itu dicabut, tetapi itu adalah proses agar luka itu sembuh. Jadi,” mengapa saat ini malah aku yang ingin mengeluarkan air mata, “Jadi, aku ini adalah kapas dan perban itu. Lalu, laki-laki yang memang sudah disiapkan Tuhan untukmu adalah dia yang akan meli
Sikat na Kabanata