AKU TANPAMU
“Enggak perlu grogi, Mbak. Mbak Tania sangat cantik loh malam ini. Tuh, lihat aja dari tadi beberapa undangan memandag takjub pada Mbak.”
“Mereka bukan mandangin Mbak, Ry. Tapi mandangin kamu, memastikan apa kamu udah move on apa belum,” jawabku terkekeh.
“Kalau di sampingku ada wanita cantik seperti ini pastilah kelihatan udah move on, Mbak. Beneran loh, Mbak Tania malam ini sangat berbeda. Cantik dan elegan.”
“Itu karena pakaian mahal ini, Ry.” Aku memang mengenakan gamis yang tadi dibelinya di butik mahal.